
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Tapanuli Selatan
Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Salah satu langkah konkret dilakukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas PRR Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan menyerahkan 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada masyarakat di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Penyerahan ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan, bahkan dilakukan saat masa transisi dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi yang baru akan dimulai pada 1 April 2026.
Huntap tersebut diberikan kepada warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana. Pembangunan di lokasi ini menggunakan skema komunal dengan dukungan pihak nonpemerintah, yakni Yayasan Buddha Tzu Chi.
Yayasan tersebut menargetkan pembangunan 2.603 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tito menyebut pembangunan huntap di lokasi ini sebagai salah satu yang tercepat dalam proses pemulihan pascabencana.
“Nah, ini termasuk gotong royong tercepat,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pembangunan huntap dilakukan melalui dua skema, yakni in-situ dan komunal. Pada skema in-situ, masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi yang aman dengan dukungan dana sebesar Rp60 juta dari BNPB yang dicairkan dalam dua tahap.
Selain itu, masyarakat juga memiliki opsi menyerahkan pembangunan kepada pemerintah.
Sementara pada skema komunal, pembangunan dilakukan dalam satu kawasan yang lahannya disediakan pemerintah daerah, dengan pelaksanaan oleh Kementerian PKP atau melalui kolaborasi lintas lembaga, termasuk pihak nonpemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Tito turut mengapresiasi kinerja Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu yang dinilai cepat dalam menghimpun data kerusakan rumah warga. Kelengkapan data tersebut dinilai menjadi kunci percepatan penyaluran bantuan.
Berkat data yang akurat, masyarakat terdampak telah menerima berbagai bantuan, mulai dari Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), Bantuan Isian Hunian (BIH), hingga Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE).
Tito berharap daerah lain dapat meniru langkah tersebut agar proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan penyaluran bantuan oleh BNPB dapat berjalan lebih cepat.
“Semakin cepat datanya, semakin cepat BNPB dan Kementerian PKP bisa bergerak,” ucap Tito.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menilai lokasi pembangunan huntap di Tapanuli Selatan sudah tepat karena didukung akses ke fasilitas penting seperti pasar, sekolah, dan rumah sakit.
Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil dapat mempermudah masyarakat dalam menjalani kehidupan pascabencana.
Editor: Redaksi TVRINews
