
Warga Gunungkidul Ubah Gedebog Pisang Jadi Kerajinan Bernilai Ekspor
Penulis: Adhitya Putratama
TVRINews, Yogyakarta
Sejumlah pengrajin di Padukuhan Mendang 1, Kelurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Yogyakarta, terlihat sibuk merakit keranjang dari bahan baku batang pisang atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai gedebog pisang.
Usaha kerajinan ini telah dijalani selama puluhan tahun dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga setempat. Meski bermula dari keterbatasan, usaha ini terus bertahan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Sudarmanto, pemilik usaha kerajinan keranjang berbahan dasar gedebok pisang ini mengungkapkan, dirinya menggeluti usaha ini awalnya hanya untuk mengisi waktu luang saja. Namun seiring berjalannya waktu serta banyaknya tetangga yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, dia memutuskan untuk serius menjalani usaha kerajinan ini.
“Awalnya mengenal kerajinan ini dari Kota Solo, dan diawali dengan kesenangan untuk mengerjakan, karena menjadi hobi, terus disini banyak warga yang menganggur, maka kami ajak untuk ikut membuat kerajinan, bahan baku dari Ponorogo, Jawa Timur, rotannya dari Kota Solo, dalam sehari bisa memproduksi puluhan kerajinan, saat ini bisa mempekerjakan 40 karyawan, sekarang karena motif tidak ada, menurun menjadi 18 karyawan,” ujar Sudarmanto kepada tvrinews.com, Selasa, 21 Oktober 2025.
Di Rumah Sudarmanto, sejumlah pengrajin berkumpul untuk merakit keranjang. Prosesnya cukup sederhana, gedebok yang didatangkan dari Wilayah Ponorogo, Jawa Timur, dan sudah berbentuk serat-serat kering tersebut, dirangkai mengikuti rangka yang telah disiapkan.
Dalam sehari, setiap perajin mampu menyelesaikan tiga hingga empat keranjang. Untuk keranjang berukuran kecil, mereka mendapat bayaran sekitar Rp15.000–Rp20.000 per buah, sedangkan untuk ukuran lebih besar, upah bisa mencapai Rp30.000 per keranjang.
Meski sudah mendapatkan ruang di Pasar Internasional, khususnya di Wilayah Eropa, namun para pengrajin mengaku masih menghadapi tantangan, salah satunya permintaan dari luar negeri yang mulai turun.
Para perajin berharap pemerintah dapat memberikan dorongan dan bantuan, sehingga usaha kerajinan ini dapat terus berjalan.
Editor: Redaksi TVRINews
