
Penulis: Harry Rahmadani
TVRINews, Subang
Memasuki hari ketiga Lebaran, arus wisata di wilayah selatan Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpantau padat. Kepadatan didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang menuju berbagai destinasi wisata alam, buatan, hingga kuliner.
Pantauan di Jalan Raya Sagalaherang menunjukkan lonjakan volume kendaraan wisatawan yang memanfaatkan libur Lebaran bersama keluarga. Jalur ini menjadi akses utama menuju puluhan objek wisata favorit di Subang bagian selatan.
Di tengah kepadatan tersebut, petugas kepolisian menemukan masih banyak kendaraan bak terbuka jenis pikap yang digunakan untuk mengangkut penumpang.
Praktik ini dinilai membahayakan keselamatan karena tidak sesuai dengan peruntukan kendaraan.
Petugas dari Polsek Sagalaherang pun melakukan penertiban di kawasan pertigaan Sagalaherang. Namun, dalam penindakan ini, polisi tidak memberikan sanksi tilang, melainkan hanya teguran dan imbauan kepada para pengemudi.
Kapolsek Sagalaherang, AKP Irfan Taufik Firmansyah, mengatakan penggunaan kendaraan barang untuk mengangkut orang sangat berisiko dan melanggar aturan lalu lintas.
“Penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang sangat membahayakan keselamatan. Kami hanya memberikan teguran dan meminta mereka kembali serta mengganti kendaraan yang sesuai jika ingin melanjutkan perjalanan,” ujar Irfan, Senin, 23 Maret 2026.
Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Karawang, Suherlan, mengaku memilih menggunakan kendaraan pikap karena lebih praktis untuk rombongan, meski menyadari adanya risiko.
“Kami pakai pikap karena rombongan banyak, tapi setelah diingatkan petugas, kami akan cari kendaraan lain yang lebih aman,” kata Suherlan.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jalan di jalur wisata Subang selatan, untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan dan kenyamanan bersama selama libur Lebaran.
Editor: Redaktur TVRINews
