Penulis: Basri A
TVRINews, Lumajang
Hidup berdampingan dengan Gunung Semeru, membuat ribuan warga yang tinggal di hunian tetap, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, masih belum merasa senang. Rasa cemas seringkali menghinggapi benak mereka, apalagi Gunung Semeru sedang bergolak.
Suasana kehidupan di Bumi Semeru Damai, Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang merupakan kawasan relokasi bagi penyintas erupsi Gunung Semeru beberapa tahun lalu.
Setidaknya ada 1100 kepala keluarga yang sudah menempati hunian sementara atau huntara yang kemudian berubah menjadi hunian tetap di sisi timur Gunung Semeru ini.
Baca Juga: Mendekati Akhir Tahun 2022, Realisasi APBD Provinsi Jambi Baru 69 Persen
Namun tepat pada Minggu pagi, 4 Desember lalu, ketenangan warga mulai terusik. Gunung Semeru kembali memuntahkan Awan Panas Guguran atau APG. Meski tidak sebesar tahun 2021 lalu, dampak kerusakan masih dirasakan warga.
Dusun Kajar Kuning di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang sebelumnya tidak terdampak, kini porak poranda.
“Tanah dan harta lainnya habis semua mas sekarang. Pekerjaan susah karena taninya hilang. Jika disini, ga ada kerjaan mas, hanya diam saja. Kerjanya masuk keluar rumah. Karena disini, saya tidak punya lahan,” kata Siti, korban erupsi kepada TVRINews.com, Jumat (9/12/2022).
Sementara itu penghuni lainya, Sindi juga menyatakan hal yang sama soal keresahannya tinggal di kaki Gunung Semeru.
“Bingung yah, bercampur aduk. Sebenarnya disini juga saya takut. Cuma saya bertahan dan anak anak saya tanyain, mau ngungsi ga, tapi tetap bertahan. Apalagi saya dapat telpon jangan dulu ke penanggal karena disana gelap. Kalua disini ga gelap, Cuma diselimuti awan putih saja,” ucap Sindi.
Baca Juga: Kementerian Pertanian Berikan Donasi Rp2,9 Miliar untuk Korban Gempa Cianjur
Hidup berdampingan dengan Gunung Semeru memang tidak selamanya membuat warga senang. Apalagi ketika harmonisasi alam dengan manusia sedang tidak baik-baik saja.
Namun kewajiban untuk patuh dengan perintah tuhan, membuat warga penghuni Bumi Semeru Damai selalu tenang. Rasa cemas, takut, dan khawatir seketika sirna ketika percaya pada takdir tuhan.
Keyakinan itu semakin dikuatkan ketika Bupati Lumajang Thoriqul Haq memastikan bahwa huntara atau huntap aman dari erupsi Semeru.
Kini, satu persatu warga yang sebelumnya meninggalkan huntara ini sudah kembali ke kawasan ini. Mereka akan selalu hidup berdampingan dengan Mahameru, sebuah karya agung sang maha pencipta.
Editor: Redaktur TVRINews
