
Penulis: Mulyo Widodo
TVRINews, Pangkalpinang
Kondisi HZ, santri yang menjadi korban dugaan kekerasan di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Bangka, mulai menunjukkan perbaikan setelah tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Pangkalpinang. Meski demikian, hasil pemeriksaan medis mengungkap adanya cedera internal serius pada tubuh korban.
Perkembangan kesehatan HZ ditandai dengan dilepasnya sejumlah alat bantu medis, termasuk oksigen dan alat pernapasan. Pola napas korban dilaporkan mulai membaik, meski masih merasakan nyeri di bagian dada.
"Hari ketiga ini ada peningkatan untuk kesehatan beliau, terutama oksigen sudah bisa dicabut, pernapasan dia pun sudah mulai lancar. Cuma ada rasa sesak di dada, masih ada terasa sakit," ujar Syamsul, Rabu, 15 April 2026.
Hasil pemeriksaan lanjutan melalui CT scan di Rumah Sakit Primaya menunjukkan adanya goresan pada limpa sebelah kiri korban. Cedera tersebut diduga berkaitan dengan kekerasan yang dialami.
Selain luka fisik, trauma juga berdampak pada kondisi psikologis korban. Keluarga memastikan HZ tidak akan kembali melanjutkan pendidikan di pondok pesantren tersebut. Mereka berencana mencari lingkungan pendidikan baru yang dinilai lebih aman untuk mendukung pemulihan.
Keluarga juga tetap berkomitmen melanjutkan proses hukum. Mereka mendesak penanganan kasus dilakukan secara adil, bijak, dan terbuka agar dugaan kekerasan yang menyebabkan cedera organ dalam tersebut dapat diusut tuntas.
Penulis: Mulyo Widodo / Vio / Kharis
Editor: Redaksi TVRINews
