
Dari Pengungsian ke Huntara, Harapan Baru Korban Banjir di Agam
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Agam
Warga terdampak banjir dan longsor di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, kini mulai menempati Hunian Sementara (Huntara) Kayu Pasak. Kehadiran huntara ini memberikan harapan baru bagi para korban bencana yang sebelumnya harus bertahan di lokasi pengungsian dengan fasilitas terbatas.
Sejumlah warga terlihat mulai membereskan tempat tidur dan menata barang-barang di dalam hunian. Salah seorang penghuni mengatakan, dirinya merasa lebih nyaman karena kini memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
"Lagi beres-beres tempat tidur, merapikan arah mana kita mau tidur, barang-barang posisi di mana kita taruh," ujarnya, dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 26 Januari 2026.
Sebagian besar penghuni huntara merupakan warga yang sebelumnya mengungsi di gedung SDN 05 Kayu Pasak sejak banjir melanda kawasan tersebut pada 27 November 2025. Setelah hampir dua bulan berada di pengungsian, mereka akhirnya bisa menempati hunian sementara yang lebih aman.
Pantauan di lokasi, puluhan unit huntara telah berdiri rapi dan mulai dihuni. Setiap unit sudah terpasang nama penghuni lengkap dengan nomor dan blok hunian. Huntara juga telah teraliri listrik dan air bersih, sehingga mendukung kebutuhan sehari-hari warga.
Pemerintah turut melengkapi huntara dengan sejumlah fasilitas dasar, seperti alas tidur, kipas angin, peralatan kebersihan, hingga kompor dan gas elpiji. Hal ini membuat warga dapat langsung beraktivitas secara mandiri.
Anak-anak tampak bermain di sekitar hunian, sementara para orang tua mulai beradaptasi dengan kehidupan baru di lingkungan tersebut. Suasana yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran kini berubah menjadi lebih tenang dan penuh harapan.
Hunian sementara ini diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian pada Sabtu 24 Januari 2026. Sebanyak 117 unit huntara resmi digunakan untuk menampung warga terdampak.
"Hari ini hunian sementara kita resmikan. Ini bentuk percepatan pemulihan bencana di Sumatra Barat," kata Pratikno.
Ia menegaskan, percepatan penanganan bencana dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto dengan melibatkan berbagai pihak.
Selain di Kabupaten Agam, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra juga meresmikan huntara di tiga daerah lainnya, yakni Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pesisir Selatan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Editor: Redaksi TVRINews
