
Penulis: Erasmus Nagi Noi
TVRINews, NTT
Cabang olahraga pencak silat Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan delapan medali emas pada Pekan Olahraga Nasional 2028. Target tersebut sekaligus menjadi langkah untuk meraih gelar juara umum sebagai tuan rumah.
Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTT, Messerasi Ataupah mengatakan tren prestasi atlet silat NTT terus meningkat dalam dua penyelenggaraan PON terakhir.
“Pada Pekan Olahraga Nasional 2021 kami meraih dua medali emas, sementara di Pekan Olahraga Nasional 2024 meningkat menjadi tiga emas. Sebagai tuan rumah PON 2028 kami optimistis bisa meraih delapan medali emas dan menjadi juara umum,” ujar Messerasi Ataupah di Kupang, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, target delapan emas tersebut terdiri dari enam medali pada nomor tanding dan dua medali dari nomor seni.
Untuk menjaring atlet terbaik menuju PON 2028, IPSI NTT akan menggelar dua turnamen terbuka pada 2026 yang melibatkan seluruh perguruan silat di wilayah Flores dan Timor.
“Juara dari turnamen ini akan diseleksi kembali dengan atlet pelatnas dan mantan atlet PON. Siapa yang terbaik akan masuk tim PON NTT dan mengikuti pemusatan latihan,” jelasnya.
Selain pembinaan atlet, IPSI NTT juga fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan serta perangkat pertandingan seperti wasit dan juri.
Sebagai tuan rumah PON 2028, pihaknya juga mengusulkan Kota Kupang sebagai lokasi pertandingan pencak silat dengan memanfaatkan fasilitas seperti Auditorium Universitas Nusa Cendana atau Poltekkes Kupang yang dinilai mampu menampung dua gelanggang pertandingan.
Sekretaris IPSI NTT, Ferdy Amatae menambahkan, peningkatan kapasitas wasit, juri, pelatih, hingga dukungan psikolog olahraga juga akan dilakukan melalui kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan persiapan menyeluruh, baik dari sisi atlet, pelatih, hingga perangkat pertandingan,” ujarnya.
Editor: Redaksi TVRINews
