
Waspada! Modus Baru Peredaran Narkoba Melalui Vape di Sumsel
Penulis: Aan Muzhar
TVRINews, Palembang
Peredaran narkotika di Sumatera Selatan kini muncul dengan modus baru, memanfaatkan gaya hidup modern masyarakat, yakni melalui cairan rokok elektrik atau vape.
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, Brigjen Pol Hissar Siallagan SIK. Menurut Hissar, masyarakat, khususnya pengguna vape, harus berhati-hati dan tidak sembarangan menerima cairan (liquid) dari orang yang tidak dikenal.
“Ini harus diwaspadai. Memang harganya mahal, sekitar Rp4–5 juta. Namun, tetap harus waspada karena bisa saja awalnya diberikan secara gratis sebagai jeratan,” tegas Hissar, usai beraudiensi dengan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, di rumah dinas wali kota, Jumat (9/1/2026).
Hissar menambahkan, Sumatera Selatan saat ini menghadapi kondisi darurat narkoba dengan tingkat prevalensi yang cukup tinggi dibanding daerah lain di Indonesia. Meski demikian, jumlah pencandu yang secara sukarela mengikuti rehabilitasi masih minim.
“Saat ini, mungkin baru sekitar 2.000 orang per tahun yang datang mau untuk rehab. Ini masih sangat sedikit,” ujarnya.
Untuk itu, BNNP menekankan pentingnya masyarakat memiliki daya imun yang kuat untuk menolak narkoba dan berani melapor. Hissar menegaskan, sesuai UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pecandu yang melapor untuk direhabilitasi tidak akan diproses hukum dan akan memperoleh layanan rehabilitasi gratis di BNN.
Menanggapi situasi ini, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan BNN Kota (BNNK) Palembang. Karena proses pembentukan satker vertikal membutuhkan waktu, Pemkot Palembang mengambil langkah cepat.
“Kita melakukan tiga persiapan, seperti membentuk Satuan Tugas Anti Narkoba yang operasionalnya menyerupai BNNK, menyiapkan kantor di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jakabaring di bawah koordinasi Kesbangpol, dan menyiapkan sumber daya manusia hasil kolaborasi Pemkot dan BNNP,” jelas Dewa.
Ia menambahkan, Pemkot juga akan melakukan sosialisasi masif ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi, serta lingkungan internal pegawai PNS dan P3K.
“Terutama dengan adanya modus baru penyebaran narkoba melalui vape, kami akan memperkuat sosialisasi ke sekolah,” pungkas Dewa.
Editor: Redaktur TVRINews
