
Seribu Genta Menggema di Lautan Pasir Gunung Bromo
Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Probolinggo
Seribu Pinandita Sanggrahan Nusantara Se Jawa Timur menggelar Shanti Puja atau upacara persembahyangan di Pura Luhur Poten, lautan pasir Gunung Bromo , Sabtu pagi 21 Desember 2024.
Sambil membunyikan seribu Genta , para Pemangku Umat Hindu Dharma larut dalam doa yang dihaturkan kepada Sang Hyang Widi Wasa.
Heningnya suasana Pegunungan Tengger di pagi hari sontak berubah. Suara gemerincing seribu genta menggema di tengah Pura Luhur Poten.
Para Pinandita Sanggrahan Nusantara memanfaatkan doa sambil duduk bersila , mereka menggelar Shanti Puja di penghujung kala.
" Ya kegiatan ini adalah upacara persembahyangan yang digelar Pinandita Sanggrahan Nusantara , mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur mulai Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Malang , Surabaya , Mojokerto, Gersik hingga Kediri," ucap Pinandita Gede Pastika, Ketua PSN Pusat.
Seribu genta yang menggema ini adalah sebagai pengharap agar para pemimpin yang baru terpilih mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
" Doa kita panjatkan kepada Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan YME semoga bangsa ini selalu mendapatkan Rahmat, sukses para pemimpin yang baru saja terpilih mampu meningkatkan kemampuan daerahnya, " ujar Pinandita Dr. Made Jiwa Astika, Ketua PSN Jawa Timur.
Sementara itu Ketua PHDI Provinsi Jawa Timur , I Gusti Putu Raka Arthana mengatakan upacara persembahyangan atau Shanti Puja ini digelar setiap tahun .
" Ini merupakan agenda tahunan PHDI dan kali ini para leluhur poten yang berada di tengah lautan pasir ini mendapatkan penghormatan menjadi tempat Shanti Puja Seribu Genta Tahun 2024," kata I Gusti Putu Raka Arthama
Di penghujung tahun ini juga menjadi moment untuk meningkatkan kualitas diri bagi mereka.
Para Pinandita Sanggrahan Nusantara menjalani kompetensi agar pantas menjadi pemuka agama Hindu yang mampu mengajarkan syair-syair Weda kepada seluruh umat manusia.
Semua bersimpuh agar tahun 2025 nanti bisa melangkah menjadi pribadi yang lebih baik Dalma konteks filosofi Buana Agung dan Buana Laut .
Setelah semua rangkaian persembahyangan berjalan hingga Shanti Puja selesai , seluruh Pinandita Sanggrahan Nusantara kembali ke tempat asal masing-masing.
Editor: Redaktur TVRINews
