
Hunian sementara (huntara) di Desa Upah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. (Foto: BPMI Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews - Sumatera
Langkah nyata percepatan pemulihan infrastruktur dasar dan tempat tinggal bagi masyarakat di Aceh hingga Sumatera Utara.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mengakselerasi pendistribusian dana bantuan dan pemulihan infrastruktur bagi ribuan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Guna memastikan stabilitas sosial selama masa transisi dari pengungsian menuju hunian tetap.
Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat sebanyak 15.346 kepala keluarga telah mengajukan Dana Tunggu Hunian (DTH).
Program ini dirancang untuk meringankan beban biaya hidup masyarakat yang kehilangan tempat tinggal sembari menunggu proses rekonstruksi bangunan selesai.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa validasi data terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran.
Menurutnya, dari belasan ribu pengajuan tersebut, sebanyak 10.717 rekening penerima telah memasuki status siap salur.
“Hingga saat ini, total penerima yang sudah mendapatkan bantuan DTH mencapai 2.542 kepala keluarga,” ujar Abdul dalam keterangan resminya. Kamis 15 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa bantuan finansial ini merupakan instrumen krusial dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama fase transisi sebelum mereka dapat menempati hunian permanen atau hunian sementara (huntara).
Progres Pembangunan Hunian
Selain intervensi berupa bantuan dana, BNPB bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat juga memprioritaskan pembangunan fisik.
Berdasarkan laporan terbaru, dari total 51.306 rumah yang mengalami kerusakan kategori berat, pemerintah telah memproses pengajuan pembangunan 28.247 unit huntara.
Progres di lapangan menunjukkan dinamika yang positif:
- 4.593 unit hunian sementara saat ini masih dalam tahap konstruksi intensif.
- 262 unit telah dinyatakan rampung dan siap dihuni oleh warga.
- 10.273 unit hunian tetap (huntap) telah diajukan, dengan 648 unit di antaranya sudah mulai dibangun.
Logistik dan Keamanan Lingkungan
Upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada sektor perumahan. BNPB memastikan bahwa akses logistik dan perbaikan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas untuk menciptakan ekosistem lingkungan yang layak bagi warga yang kembali dari pengungsian.
Sejak periode akhir November 2025, otoritas telah memobilisasi sekitar 1.742 ton bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak. Dari total tersebut, 99,2 persen bantuan telah berhasil didistribusikan ke masyarakat di titik-titik tersulit.
Pihak BNPB menegaskan bahwa sinkronisasi antara penyaluran dana tunggu dan percepatan pembangunan hunian adalah kunci utama dalam fase transisi darurat ini.
Tujuannya adalah memastikan masyarakat terdampak tidak terlalu lama berada dalam ketidakpastian dan dapat segera memulai kehidupan yang lebih aman serta berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews
