
Pemprov DKI Genjot Normalisasi Kali Ciliwung, Siapkan Anggaran Rp98 Miliar
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong percepatan normalisasi Kali Ciliwung sebagai langkah strategis mengatasi banjir yang masih menjadi ancaman rutin di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa proyek normalisasi akan segera dilanjutkan. Dari 14 lokasi yang masuk dalam penetapan lokasi (penlok), empat sudah disetujui, masing-masing dua di wilayah Jakarta Selatan dan dua di Jakarta Timur.
“Normalisasi Ciliwung segera kita jalankan. Empat penlok sudah ditandatangani. Saya minta pendekatan ke warga dilakukan terus-menerus, tidak dengan cara otoriter, tapi pendekatan humanis,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Juli 2025.
Ia mencontohkan kondisi permukiman di sekitar Tanggul Inspeksi Rawajati yang dinilai sudah tidak layak huni karena berada jauh di bawah permukaan sungai. Kondisi ini berisiko besar apabila terjadi kebocoran atau jebolnya tanggul.
“Kalau tanggul jebol, air langsung menggenangi rumah warga karena posisi permukiman memang lebih rendah dari sungai. Inilah yang harus kita antisipasi bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin, menyatakan bahwa proses pembebasan lahan saat ini sedang dipercepat. Tim pengadaan lahan dari Kementerian ATR/BPN menargetkan proses pembayaran kepada warga terdampak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Pembayaran kemungkinan bisa dilakukan bulan depan. Kami sudah koordinasi dengan Kementerian PUPR. Tinggal menunggu mereka memulai pekerjaan fisiknya,” ucapnya.
Proyek normalisasi Kali Ciliwung sejatinya telah dimulai sejak masa kepemimpinan Gubernur Joko Widodo. Namun dalam beberapa tahun terakhir, proyek ini mengalami hambatan, utamanya karena proses pembebasan lahan dan penolakan warga bantaran sungai yang belum selesai direlokasi.
Dari total panjang rencana normalisasi 33,69 kilometer, hingga kini baru sekitar 17,17 kilometer yang berhasil dikerjakan. Sisanya, sepanjang 16,52 kilometer, masih terkendala pembebasan lahan.
Untuk mendukung kelancaran proyek, Pemprov DKI telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp98 miliar. Namun, menurut Ika, jumlah tersebut masih bisa bertambah sesuai kebutuhan lapangan.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program normalisasi Kali Ciliwung demi keselamatan warga dan mengurangi potensi banjir berulang di kawasan padat penduduk ibu kota.
Baca juga: Gubernur DKI Minta Maaf atas Banjir Jakarta: “Banjir Tak Bisa Dilawan, Harus Diatasi dengan Baik”
Editor: Redaksi TVRINews
