
Penulis: Mutmainnah Iriyanti
TVRINews, Gorontalo
Permintaan gas elpiji 3 kilogram di Provinsi Gorontalo meningkat signifikan selama bulan Ramadan. Lonjakan tersebut berdampak pada keterbatasan pasokan di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian pemerintah daerah.
Peningkatan kebutuhan elpiji bersubsidi itu dipicu oleh bertambahnya aktivitas masyarakat, terutama untuk keperluan memasak saat sahur dan berbuka puasa. Selain itu, persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri turut mendorong konsumsi gas rumah tangga.
Kenaikan permintaan juga berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pelaku usaha kuliner yang mengalami peningkatan produksi selama Ramadan. Ramainya aktivitas penjualan makanan membuat kebutuhan LPG 3 kilogram ikut melonjak.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menyoroti distribusi LPG 3 kilogram yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Menurutnya, gas bersubsidi tersebut seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, namun di lapangan masih ditemukan penggunaannya oleh restoran besar maupun pelaku usaha yang telah berkembang.
“LPG 3 kilogram adalah subsidi pemerintah untuk masyarakat yang berhak. Karena itu, distribusinya harus benar-benar diawasi agar tepat sasaran,” ujar Idah.
Ia menilai kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan LPG di tingkat masyarakat. Untuk itu, diperlukan pengawasan lebih ketat dari aparat terkait, termasuk kepolisian, TNI, serta unsur pengawasan lainnya agar penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap distribusi LPG 3 kilogram selama Ramadan dapat berlangsung lebih tertib dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa menimbulkan kelangkaan di pasaran.
Editor: Redaktur TVRINews
