
Foto : perpustakaan Nasional
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Survei INSS 2025: Mayoritas Nilai Jasa Pembangunan Orde Baru, Tokoh Politik hingga Akademisi Beri Sinyal Positif
Dukungan publik untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H.M. Soeharto, dilaporkan menguat secara signifikan.
Hal ini terekam dalam survei terbaru yang dirilis oleh Intelligence and National Security Studies (INSS) pada tahun 2025, yang menunjukkan adanya pandangan yang semakin rekonsiliatif dan pragmatis dari masyarakat dalam menilai sejarah politik bangsa.
Menurut temuan INSS, 84,25 persen masyarakat menilai Soeharto layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Mayoritas responden menyoroti jasanya dalam pembangunan ekonomi dan keberhasilannya menjaga stabilitas nasional selama 32 tahun masa kepemimpinannya.
Selain itu, survei mencatat 86,67 persen responden mendukung pemerintah untuk meninjau kembali jasa-jasa Soeharto secara objektif dan bebas dari kepentingan politik.
Aspek yang paling dihargai publik adalah keberhasilan Soeharto di sektor pertanian, terutama capaian swasembada beras, serta upayanya dalam penguatan ekonomi dan stabilitas politik nasional.
Membaca Sejarah dengan Perspektif Utuh
Direktur Eksekutif ToBe Institute, Mochamad Imamudinussalam, S.I.Kom, menanggapi hasil ini dengan menekankan pentingnya menelaah perjalanan sejarah bangsa secara utuh, tanpa dibayangi oleh bias politik masa lalu.
“Kita harus membaca sejarah dengan kepala dingin dan perspektif utuh. Soeharto adalah bagian penting dari perjalanan republik ini, dengan kontribusi nyata dalam menjaga kedaulatan bangsa dan pembangunan nasional,” ujarnya, yang kutip TVRINews.com Minggu (09/11).
Imamudinussalam menambahkan bahwa kepemimpinan Soeharto tidak dapat dilepaskan dari konteks geopolitik pada masanya, di mana Indonesia baru saja keluar dari konflik ideologi dan menghadapi risiko perpecahan.
Temuan INSS juga menunjukkan bahwa 55,17 persen responden percaya pemberian gelar pahlawan dapat memperkuat semangat nasionalisme bangsa.
Dukungan dari Kalangan Politik dan Akademisi
Gelombang dukungan ini turut disuarakan oleh figur-figur politik nasional. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, secara terbuka menyatakan persetujuannya terhadap penghargaan tersebut.
“Dengan masa jabatan 32 tahun yang cukup panjang, sukar untuk menghilangkan objektivitas bahwa Presiden Soeharto telah memberikan peran besar bagi bangsa ini,” kata Surya Paloh seusai melepas ribuan peserta Fun Walk menjelang HUT ke-14 Partai NasDem di Nasdem Tower, Jakarta, Minggu (9/11).
Surya Paloh juga menilai banyak kebijakan Orde Baru membawa dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.
Sementara itu, perspektif akademis mengingatkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan negara kepada pemimpin bangsa. Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Abdul Haris Fatgehipon, menekankan pentingnya menghargai jasa para pendahulu.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pendahulunya. Mengapresiasi jasa mereka bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan, tetapi menempatkan sejarah dalam bingkai keadilan,” jelas Abdul Haris.
Survei INSS 2025 ini memperkuat pandangan bahwa masyarakat semakin cenderung untuk memberikan penghargaan kepada pemimpin yang telah meletakkan fondasi penting bagi kemajuan Indonesia. Nilai-nilai kepemimpinan Soeharto, seperti pembangunan berkelanjutan, disiplin, dan nasionalisme, dinilai tetap relevan bagi generasi saat ini.
Editor: Redaktur TVRINews
