
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui pembentukan rantai pasok pangan berbasis komunitas
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Blora
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui pembentukan rantai pasok pangan berbasis komunitas. Di Kelurahan Punden, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, budidaya lele yang dikelola koperasi warga kini dipersiapkan menjadi tulang punggung suplai protein untuk kebutuhan dapur MBG di wilayah tersebut.
Kegiatan budidaya ini merupakan bentuk dukungan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Punden. Fasilitas yang diberikan meliputi 24 kolam bioflok dan sekitar 60 ribu benih lele beserta pakan serta sarana pendukung lainnya untuk memastikan keberlanjutan produksi.
Wakil Ketua Bidang Usaha KKMP Punden, Akhlis Nurfuad, menjelaskan bahwa hasil produksi kolam tersebut kini mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, potensi panen lele dilakukan secara bertahap dan mampu menghasilkan jumlah yang signifikan dalam satu siklus.

“Kalau estimasi disini, kalau kita panen dua kolam-dua kolam, ya sekitar dua sampai tiga kuintal. Mungkin kalau maksimalnya empat hari sekali bisa,” ujar Akhlis dalam keterangan yang diterima pada Minggu, 26 April 2026.
Ia menambahkan, kebutuhan dapur untuk program gizi nasional ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para pembudidaya di desa. Selain memastikan ketersediaan protein hewani, warga juga mendapatkan nilai tambah secara finansial.
“Ini bermanfaat, Pak. Karena ini kebutuhan gizi masyarakat. Selain itu, kita sebagai pembudidaya mendapatkan hasil yang setidaknya ada tambahan,” lanjutnya.
Ketua KKMP Punden, Rohmah Yuli Fridayanti, menyatakan pihaknya terus meningkatkan kapasitas produksi agar bisa memasok langsung ke SPPG terdekat secara rutin. Rencana suplai berkelanjutan ke dapur MBG akan segera dimulai setelah koordinasi dengan pihak terkait dilakukan.
“Jadinya kita baru panen itu dua kali. Di tebar pertamanya itu baru 200 kilo. Kurang lebih tadi 180 kilo. Jadi kita belum berani menyuplai di SPPG karena cuma segitu,” jelasnya.
Namun, ia optimis pada masa panen berikutnya distribusi ke sektor pelayanan gizi akan berjalan sesuai target. “Insya Allah kalau panen berikutnya, pastinya kita suplai ke SPPG terdekat. Kebetulan saya sudah menghubungi SPPG Belurasa yang insya Allah nanti akan panen di bulan Mei. Kita langsung suplai ke SPPG terdekat,” kata Rohmah.
Lurah Punden, Fikri Hidayat, menilai kehadiran program ini sangat krusial dalam meningkatkan taraf hidup warga sekaligus membantu upaya pemerintah menekan angka stunting. Penyerapan hasil panen oleh dapur MBG menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri di tingkat kelurahan.
“Warga kita terbantu. Di Kelurahan juga ada yang mendapat MBG yaitu ibu hamil, Ibu menyusui, dan balita. Itu juga terbantu kita, jadi bisa menurunkan angka stunting,” tutur Fikri.
Sebagai penutup, Fikri mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang memberikan bantuan sarana produksi langsung kepada masyarakat melalui koperasi.
“Atas bantuan dan program yang bagus, kita punya Koperasi Merah Putih yang mendukung kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Punden, terutama bantuan ikan lele dari Pak Presiden melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Terima kasih, Pak Prabowo,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
