
Warisan Rasa Asem-asem Kambing Nganjuk yang Tak Pernah Sepi
Penulis: Agus Triwasono
TVRINews, Nganjuk
Asem-asem kambing muda khas Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi salah satu kuliner legendaris yang terus diminati. Hidangan ini dikenal dengan perpaduan rasa segar, asam, pedas, dan gurih, serta daging kambing yang empuk tanpa bau prengus.
Keunikan asem-asem kambing terletak pada kuah bening tanpa santan kental. Racikan bumbu menggunakan asam jawa, belimbing wuluh, dan daun kedondong menghadirkan cita rasa khas yang berbeda dari olahan sejenis. Proses memasak yang masih menggunakan kayu bakar juga memperkuat aroma dan rasa.
Salah satu warung terkenal berada di Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Kota Nganjuk. Tempat ini hampir tidak pernah sepi, terutama saat jam makan siang. Pengunjung rela mengantre untuk menikmati hidangan tersebut.
Pemilik warung, Jumirah, menyebut usaha itu merupakan warisan keluarga yang sebelumnya dijalankan orang tuanya di Pasar Wage Nganjuk. Dalam sehari, puluhan kilogram daging kambing muda diolah, termasuk kaki kambing yang menjadi menu favorit pelanggan dari berbagai daerah.
“Usaha ini adalah milik keluarga turun temurun dan sekarang kita meneruskan , Alhamdulilah banyak yang suka kuliner asem-asem kambing dengan bumbu tradisional racikan sendiri,“ ujar Bu Jum kepada TVRINews, Jumat, 17 April 2026.
Pecinta kuliner juga mengakui kelezatan hidangan tersebut.
“Asem-asem daging kambing di sini memang sangat mak nyuuss,ingnya empuk sekali …” kata Bagus Jati, pecinta kuliner asem-asem daging kambing
Konsistensi dalam menjaga kualitas bahan baku menjadi kunci utama. Setiap hari, puluhan kambing muda diolah untuk memenuhi permintaan.
Kuliner asem-asem kambing tidak hanya mudah ditemukan di pusat kota, tetapi juga di wilayah sekitar seperti Ngluyu dan Ngetos dengan ciri khas masing-masing.
Kehadiran asem-asem kambing tidak sekadar menjadi pilihan makanan khas, tetapi juga memperkuat identitas kuliner Nganjuk sekaligus menarik minat wisatawan.
Editor: Redaksi TVRINews
