
Penulis: Erasmus Nagi Noi
TVRINews, NTT
Seorang lanjut usia bernama Budi Santoso, warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, hidup dalam kondisi memprihatinkan setelah menderita stroke sejak lima bulan terakhir. Dalam keterbatasannya, Budi hanya bergantung pada anak perempuannya yang masih berusia enam tahun.
Budi dan putrinya, Lusi Hartati, tinggal di sebuah kamar kos sederhana di belakang Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Kondisi kamar kos tersebut tampak tidak terurus. Budi yang sebelumnya bekerja sebagai tukang servis elektronik dan buruh bangunan tidak lagi mampu bekerja setelah terserang stroke.
Ia mengaku sejak ditinggal istrinya sekitar lima tahun lalu tanpa kabar, dirinya harus membesarkan anaknya seorang diri.
“Sekarang hanya anak saya yang menemani dan membantu saya setiap hari. Saya hanya berharap bisa sembuh agar bisa bekerja kembali dan menyekolahkan dia,” ujar Budi dikutip, Minggu, 8 Maret 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari serta membayar biaya kos sebesar Rp600 ribu per bulan, Budi mengandalkan bantuan dari warga sekitar.
Sementara itu, Lusi Hartati mengaku ingin bersekolah seperti anak-anak lainnya, namun ia berharap ayahnya terlebih dahulu pulih dari sakit.
“Beta juga mau sekolah dan bermain dengan teman-teman. Tapi beta mau Bapa sembuh dulu baru beta pergi sekolah,” katanya.
Pada hari yang sama, Budi mendapat kunjungan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Maranatha Kupang program studi Profesi Ners bersama staf UPTD Kesejahteraan Sosial Lansia Budi Agung dari Dinas Sosial Provinsi NTT.
Staf Panti Lansia Budi Agung Kupang, Jefri Jap, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan penjangkauan lansia terlantar di luar panti.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat mengenai kondisi Pak Budi, sehingga bersama mahasiswa praktik keperawatan kami melakukan penjangkauan untuk memberikan bantuan sosial dan pelayanan kesehatan,” jelas Jefri.
Bantuan yang diberikan meliputi sembako, kebutuhan dasar, layanan kesehatan, serta pembersihan tempat tinggal Budi yang dinilai tidak layak.
Namun, menurut Jefri, Budi belum dapat dirawat di panti lansia karena keterbatasan fasilitas yang belum mampu menangani lansia dengan kondisi sakit berat dan mobilitas terbatas.
Pantauan tvrinews.com, Minggu, 8 Maret 2026, Budi tampak bersyukur atas bantuan yang diberikan para mahasiswa dan petugas sosial yang datang membantu membersihkan kamar serta memeriksa kondisi kesehatannya.
Editor: Redaktur TVRINews
