
171 Pelajar Nusantara Ikuti Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menutup secara resmi Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026. Penutupan ini dilakukan mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan menegaskan komitmen Jawa Timur dalam mendukung penguatan karakter generasi muda.
Ajang nasional bergengsi ini menghadirkan 171 pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan difokuskan pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta prestasi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa.
Dalam sambutannya, Kadindik Jawa Timur menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bertema “Berprestasi untuk Membangun Negeri.” Tema tersebut menegaskan makna prestasi sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat dan masa depan Indonesia.
Acara penutupan berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah tokoh pendidikan nasional, di antaranya Ketua Duta Siswa Indonesia Anggita Wulan Sari Nasution, Ketua Yayasan Lingkar Inspirasi Bangsa Ahmad Zaki Mubarak, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Dr. Puji Retno Hardiningtyas, serta Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surabaya Dr. Mamik Suparni.
Ketua Duta Siswa Indonesia, Anggita Wulan Sari Nasution, menjelaskan perjalanan finalis menuju ajang nasional melalui proses panjang dan terstruktur. Setiap tahapan dirancang untuk membentuk karakter unggul, kepemimpinan kuat, serta kepedulian sosial. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi dan kompetensi akademik, pembinaan karakter dan penguatan kepemimpinan, wawasan kebangsaan dan moderasi berpikir, serta pengabdian sosial dan aksi nyata.
"Pada Grand Final tahun ini, para finalis berkompetisi pada empat kategori utama, yaitu Duta Siswa Indonesia Berbakat 2026, Duta Siswa Indonesia Favorite 2026, Duta Siswa Indonesia Kreatif 2026, Top 6 Duta Siswa Indonesia 2026," sebut Anggita.
Keempat kategori tersebut menjadi ruang apresiasi bagi finalis sesuai keunggulan masing-masing, mulai dari kreativitas, kemampuan interpersonal, bakat seni, hingga kepemimpinan.
Anggita menambahkan rangkaian kegiatan ini membentuk ketangguhan mental, kedisiplinan, serta karakter kepemimpinan para peserta.
“Dari proses panjang inilah lahir duta-duta muda yang siap memberi dampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kadindik Aries menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan pendidikan yang membentuk manusia seutuhnya, berkarakter, cerdas, kolaboratif, serta siap memikul tanggung jawab kebangsaan.
"Sebagai tuan rumah, Jawa Timur memastikan bahwa penyelenggaraan Duta Siswa Indonesia 2026 menjadi wadah lahirnya generasi muda yang inspiratif dan berdampak," tegas Aries.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar pendidikan memberi dampak nyata, prestasi berkelanjutan, serta kepemimpinan berakar pada nilai-nilai kebangsaan.
Dengan ditutupnya Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026, para finalis diharapkan mampu menjadi teladan, menghadirkan solusi, serta membawa nama baik generasi bangsa di berbagai bidang pengabdian.
Editor: Redaksi TVRINews
