Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Pemerintah terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan mengoperasikan sebanyak 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Keberadaan ribuan SPPG ini menjadi ujung tombak perluasan jangkauan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Secara nasional, program MBG telah menjangkau lebih dari 55 juta penerima manfaat yang tersebar di 38 provinsi. SPPG berperan sebagai dapur produksi sekaligus pusat distribusi makanan bergizi yang disalurkan langsung kepada para penerima manfaat.
Salah satu SPPG yang telah beroperasi berada di Kabupaten Cirebon, tepatnya SPPG Kemantren, Kecamatan Sumber. Dapur MBG ini secara rutin memasok makanan bergizi ke sekolah-sekolah di wilayah sekitar sebagai sasaran utama program.
Tak hanya menyasar siswa sekolah, Program Makan Bergizi Gratis juga diperuntukkan bagi balita, ibu hamil, serta ibu menyusui. Menu makanan yang disajikan disusun berdasarkan standar gizi dan berada di bawah pengawasan tenaga terlatih guna memastikan kualitas dan keamanan pangan.
Wakil Ketua SPPI, Marsdya TNI Samsul Rizal, menyebutkan bahwa pengoperasian ribuan SPPG menjadi penguat utama implementasi program MBG di lapangan.
"Secara nasional program MBG telah menyasar 55,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini diperkuat dengan beroperasinya 19.188 SPPG di 38 provinsi dan telah menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja," ujarnya, dikutip Senin 2 Februari 2026.
Ke depan, pemerintah menargetkan pengoperasian 32 ribu SPPG pada tahun 2026 dengan total sasaran mencapai 82 juta penerima manfaat.
Program MBG diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, tetapi juga menjadi fondasi dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.
Editor: Redaktur TVRINews
