
Penulis: Erasmus Nagi Noi
TVRINews, NTT
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Integrated Terminal Tenau berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menggelar kegiatan Sekolah Tanggap Bencana di SMAN 12 Kupang, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.
Program Sekolah Tanggap Bencana bertujuan mendorong peningkatan pengetahuan dan kesadaran keselamatan sejak dini, khususnya di kalangan pelajar. Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Bulan K3 Nasional yang menekankan pentingnya pencegahan risiko kecelakaan serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Berdasarkan data ketenagakerjaan nasional, angka kecelakaan kerja dan situasi darurat masih memerlukan perhatian serius. Kondisi ini menunjukkan edukasi keselamatan tidak hanya dibutuhkan di lingkungan industri, tetapi juga perlu ditanamkan sejak usia sekolah sebagai dasar pembentukan budaya keselamatan jangka panjang.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan BPBD Kota Kupang dan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tenau sebagai fasilitator, dengan guru serta siswa SMAN 12 Kupang sebagai peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi.
Pjs. Integrated Terminal Manager Tenau, Tekat Prayogo, menyampaikan Bulan K3 menjadi momentum strategis menanamkan nilai keselamatan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Bulan K3 bukan hanya momentum bagi dunia industri, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Sekolah Tanggap Bencana ini, kami ingin menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini di lingkungan sekolah,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 2 Februari 2026.
Apresiasi disampaikan Kepala Sekolah SMAN 12 Kupang, Arifin Dasi, atas kepedulian Pertamina Patra Niaga terhadap dunia pendidikan.
“Kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi guru dan siswa/i SMAN 12 Kupang, serta membentuk pribadi yang lebih siap, sigap, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun sesama dalam menghadapi potensi bencana,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, menjelaskan SMAN 12 Kupang menjadi sekolah kedua di Kota Kupang yang mendapatkan program Sekolah Tanggap Bencana.
“Di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, saat ini baru terdapat dua Sekolah Tanggap Bencana. Kami berharap program ini mampu mendorong sekolah menjadi lebih mandiri dan sigap dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi kesiapsiagaan kebencanaan, simulasi tanggap darurat gempa bumi, serta penyerahan bantuan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak P3K, dan pemasangan penanda titik kumpul serta jalur evakuasi.
Pada kesempatan terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan pentingnya edukasi keselamatan dan kebencanaan sejak usia dini.
“Edukasi keselamatan yang berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam membangun budaya sadar risiko. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik keterlibatan industri dan instansi lain di Kota Kupang dan sekitarnya dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
