
Penulis: Adhitya Putratama
TVRINews, Yiogyakarta
Hujan deras yang melanda Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa, 17 Februari 2026, memicu banjir bandang disertai tanah longsor. Bencana ini menimbulkan kerusakan pada bangunan dan meninggalkan trauma bagi warga yang terdampak.
Pendataan sementara menunjukkan 12 rumah warga dan satu masjid terdampak. Dari jumlah tersebut, lima rumah mengalami kerusakan berat. Sementara sisanya, terimbas lumpur, batu, dan pepohonan yang terbawa arus banjir.
Warga bersama relawan serta personel TNI dan Polri langsung melakukan gotong royong membersihkan material longsoran yang masuk ke rumah-rumah. Beberapa relawan juga memotong kayu gelondongan dan menyingkirkan batu besar yang terbawa arus.
Lurah Tancep, Yudianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk membersihkan rumah, tetapi juga untuk mendata kerusakan akibat bencana.
“Di lokasi ini ada 12 rumah dan satu masjid terdampak. Lima rumah rusak berat, sisanya terdampak lumpur, batu, dan pohon. Sejak kemarin sore, warga sudah kami imbau untuk mengungsi,” ungkap Yudianto, Kamis, 19 Februari 2026
Berdasarkan data awal, sedikitnya 15 warga mengungsi sementara ke rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Pemerintah Kalurahan Tancep mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat hujan yang masih sering turun berpotensi memicu banjir dan longsor susulan.
Editor: Redaktur TVRINews
