
Dua Petani Tewas Tertimbun Longsor di Tasikmalaya, Evakuasi Terkendala Medan Labil
Penulis: Yudi Irawan
TVRINews, Tasikmalaya
Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menelan korban jiwa. Dua orang petani dilaporkan tewas tertimbun material longsor saat sedang beristirahat di area persawahan, Senin, 30 Juni 2025. Tebing setinggi hampir 100 meter runtuh secara tiba-tiba dan menimbun keduanya.
Kedua korban diketahui bernama Acu (66) dan Amin (54), warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Menurut keterangan Camat Salawu, Nandang, peristiwa nahas itu terjadi ketika para korban baru saja menyelesaikan pekerjaan mencangkul dan sedang beristirahat di dekat tebing.
“Pada saat kejadian korban sedang mencangkul, lalu sempat beristirahat. Namun tiba-tiba tebing longsor dan korban tidak sempat menyelamatkan diri,” ujar Nandang.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TAGANA, TNI, Polri, serta para relawan telah diterjunkan ke lokasi. Namun upaya evakuasi sementara dihentikan karena kondisi tanah masih sangat labil dan berisiko terjadi longsor susulan.
Agusman, anggota TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa ada empat orang di lokasi saat kejadian. Dua di antaranya berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya tertimbun material longsor.
“Saat kejadian, terdengar suara gemuruh. Dua orang sempat melarikan diri, tapi dua lainnya tertimbun dan belum bisa dievakuasi. Saat ini kami masih bersiaga, evakuasi akan dilanjutkan secara manual karena alat berat sulit menjangkau medan,” jelas Agusman.
Hingga saat ini, tim gabungan terus memantau kondisi tanah dan bersiap melanjutkan proses pencarian korban. Warga sekitar diimbau tetap waspada dan tidak mendekati area longsor, mengingat curah hujan tinggi yang masih berpotensi memicu longsor susulan.
Pemerintah daerah pun mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan peringatan dini bencana dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar tebing.
Editor: Redaktur TVRINews
