
Penulis: Adhitya Putratama
TVRINews Yogyakarta
Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Kabupaten Gunungkidul menggelar operasi pasar di Pasar Induk Argosari, Wonosari, untuk menekan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran.
Dalam kegiatan ini, Disdagnaker menyalurkan dua komoditas utama, yakni minyak goreng dan gula pasir, kepada 40 pedagang di pasar tersebut. Total yang disalurkan mencapai 6.500 liter minyak goreng dan 3.500 kilogram gula pasir. Dengan subsidi dari pemerintah, pedagang dapat menjual bahan pokok ini dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sebagai contoh, minyak goreng yang biasanya dijual dengan harga Rp20–21 ribu per liter, kini dijual seharga Rp18 ribu per liter. Begitu pula gula pasir, dari harga pasar Rp17 ribu per kilogram menjadi Rp15 ribu per kilogram melalui program ini.
Kepala Disdagnaker Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menjelaskan bahwa pihaknya menugaskan personel untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga Lebaran.
“Semua pedagang yang terlibat sudah ditandai sebagai toko kendali inflasi. Mereka menandatangani pakta integritas untuk menjual sesuai ketentuan dinas. Monitoring dilakukan setiap hari. Bila ada pelanggaran, kontrak pedagang bisa diputus dan diganti dengan yang lain,” ujar Kelik.
Program operasi pasar ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Disdagnaker berencana melanjutkan operasi pasar menjelang Lebaran, diperkirakan pada awal Maret mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews
