Penulis: Michael Djasman
TVRINews, Sorong
Jajaran TNI Angkatan Laut menyambut kedatangan dua kapal perang KRI Kapak -625 dan KRI Panah-626 di Dermaga Mako Koarmada III Katapop Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Dua kapal ini merupakan kapal perang TNI AL yang merupakan karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia di Surabaya. Kedua kapal ini merupakan kapal ke 5 dan ke 6 dari tipe kapal cepat rudal (KCR) 60 Meter yang di produksi oleh PT PAL Indonesia.
Dua kapal perang canggih KRI Kapak dan KRI Panah berasal dari nama senjata tradisional asal papua.sebelumnya bersandar di Dermaga kedua KRI melakukan atraksi dan penyambutan kapal oleh Panglima Koramada III Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi bersama Dandrem 181 PVT/Sorong dan Kapolres Sorong serta tamu undangan.
" Kapal ini dikirim kesini (Papua) untuk memperkuat jajaran Koarmada III untuk mengamankan daerah Papua," ujar Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi Panglima Koarmada III di Sorong Jumat (25/8/2023).
Menurut dia kedua kapal ini merupakan salah satu KRI canggih yang dimiliki TNI AL saat ini.bahkan unsur yang paling tercanggih di jajaran Koarmada III. dengan panjang 60 meter, kapal ini dibekali dengan sistem rudal Exocet 40MM yang setara dengan KRI kelas PKR 105. MRLF dan Corvette SIGMA Class.
Selain itu Kapal ini juga dibekali dengan Main Gun dengan meriam 57 mm Bofors MK3 buatan Swedia dan didukung dengan sistem sensor Command and Weapon (Sewaco) canggih lainnya guna mendukung tugas-tugas Koarmada III.
Fungsi Asasi dari kedua kapal ini
Melaksanakan peperangan anti kapal Permukaan/anti surface Warfare (Asuw)
Melaksanakan peperangan anti udara terbatas untuk pertahanan diri/Restricted Anti Air Warfare (AAW) Self Defanse.
Sedangkan fungsi tambahan adalah
Melaksanakan peperangan elektronika (Pernika) terbatas
Patroli Keamanan Laut
Bantuan perlindungan pasukan. pendarat terbatas.
" Kapal memiliki ketepatan yang bagus apabila ada sesuatu yang terjadi dilaut kita akan kerjasama dengan Basarnas secara khusus Pemerintah di Wilayah Papua Barat Daya,"ungkapnya.
Pangkoarmada mengakui meski keberadaan kapal perang milik Koarmada ada berjumlah 19 KRI. Namun, belum cukup karena wilayah kerja Koarmada sangat luas yakni Maluku Papua dan Papua Barat.
" Pimpinan TNI Angkatan Laut sangat konsen sama kita. Ini sebentar lagi akan datang dua Takbout yang diberi nama takbout Irau dan Omsini.
Panglima menyebut dua kapal perang KRI akan beroperasi di wilayah timur Indonesia sesuai perintah Mabes TNI untuk melakukan operasi pantas, operasi guskamla.
" Hari ini sudah ada perintah KRI Kapak-625 untuk beroperasi hari ini juga diberangkatkan tidak ada alasan istirahat langsung berangkat bekerja."tutur Pangkoarmada III.
Editor: Redaktur TVRINews
