
Gunung Merapi Kembali Mengeluarkan Awan Panas Guguran
Penulis: Muchamad Ridwan
TVRINews, Sleman
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Jumat pagi, 23 Januari 2026. Fenomena tersebut terpantau melalui kamera pengawas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Berdasarkan data BPPTKG, awan panas guguran terjadi pukul 06.40 WIB dengan jarak luncur sekitar 1.000 meter. Durasi kejadian tercatat selama 138 detik dengan arah luncuran ke barat daya atau hulu Kali Krasak. Arah angin terpantau bergerak ke timur.
Peristiwa serupa juga terekam kamera pengawas milik Pos Komunitas Siaga Merapi di Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, yang memperlihatkan keluarnya awan panas guguran pada waktu yang sama.
Meski terjadi guguran, puncak Gunung Merapi tampak jelas dengan kondisi langit cerah disertai awan tipis. Aktivitas masyarakat di sekitar pos pengamatan Komunitas Siaga Merapi terpantau normal dan kondusif. Warga tetap beraktivitas seperti biasa, mulai dari bekerja di ladang hingga mencari pakan ternak.
Selain awan panas guguran, dilaporkan terjadi hujan di puncak Gunung Merapi pada pukul 12.15 WIB. Hujan berlangsung sejak pukul 10.46 WIB dengan durasi sekitar 1 jam 28 menit.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Warga juga diminta menjauhi kawasan rawan bahaya serta mematuhi rekomendasi keselamatan. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi berada pada Level III atau Siaga.
Editor: Redaksi TVRINews
