Penulis: Kristiono
TVRINews, Sidoarjo
Di balik tragedi ambruknya mushola Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, kisah Al Fatih Cakra Buana (14) mencuri perhatian. Santri asal Bangkalan ini selamat setelah tiga hari tertimbun reruntuhan.
Selama terjebak, ia merasa seperti tertidur panjang dan mengalami mimpi aneh, minum hingga berjalan-jalan di tempat gelap.
Al Fatih merupakan salah satu dari lima santri yang selamat setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Meski sempat tertimpa puing dan pasir, ia hanya mengalami luka lecet di bagian punggung dan pantat.
Kisahnya yang mampu bertahan hidup terbilang keajaiban Tuhan , bahkan tidak ada luka berat.
Kini ia mendapatkan penanganan medis di RSUD Notopuro Sidoarjo tepatnya di Gedung Graha Delta Husada lantai dua.
Al Fatih Cakra Buana menceritakan kronologis dirinya saat berada di bawah reruntuhan , didampingi orang tuanya yang sangat bersyukur atas anugerah Allah karena putranya masih selamat dari musibah besar ini.
"Saya sempat lari, tapi masih kena (runtuhan). Pas sadar, saya nggak merasa sakit sama sekali," cerita Al Fatih kepada wartawan di RSUD R T Notopuro, Jumat 3 Oktober 2025.
Saat musibah terjadi, Al Fatih mengaku seperti tidak sepenuhnya sadar. Ia merasa tertidur cukup lama dan mengalami mimpi yang masih teringat jelas olehnya.
"Kayak tidur lama, terus mimpi minum pakai selang. Rasanya nyata banget. Terus kayak jalan-jalan di tempat gelap, naik mobil pikap, tapi nggak tahu ke mana," ungkapnya.
Yang membuat selamat, kata Al Fatih, adalah karena tubuhnya tertutup tumpukan pasir dan puing bangunan yang justru melindunginya. Ia bahkan menyebut bagian kepalanya tertutup lembaran seng.
"Di situ ada lima orang. Saya sudah nggak ingat semuanya. Tapi, keluar dari situ rasanya merangkak pelan-pelan," kenangnya.
Sementara itu , Ayahanda Al Fatih - Abdul Hanan mengaku senang sekaligus sedih atas musibah yang terjadi . Disisi lain Al Fatih bisa selamat namun puluhan korban yang notabene adalah teman dan sahabat putranya masih belum ditemukan.
" Saya dan keluarga mengucapkan duka cita yang sangat dalam , mohon kepada Allah agar keluarga yang masih dalam proses pencarian santri diberikan kekuatan dan ketabahan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada tim rescue, petugas yang terus berjuang untuk mencari para korban, " ucap Abdul Hanan
Hingga saat ini, total korban meninggal dunia ada sembilan orang. Sementara ada 103 santri yang selamat hingga Jumat 3 Oktober 2025 atau hari ke lima .
Editor: Redaktur TVRINews
