
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Adonara
Bentrokan antar warga Kampung Lewonara dan Bele di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, memicu korban luka tembak akibat senjata rakitan. Dua korban dirujuk ke RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka untuk tindakan operasi, satu di IGD dan satu di ruang Edelweis.
Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengatakan korban berasal dari Desa Waiburak, satu mengalami luka di paha kanan dan satu lagi di leher bawah telinga. Direktur RSUD, Gregorius Bato Koten, memastikan kondisi kedua korban stabil dan operasi dijadwalkan Sabtu pagi.
Tiga korban lain dirawat di RS Pratama Adonara, dua sudah diperbolehkan pulang, satu masih observasi pasca pengangkatan proyektil.
Polres Flores Timur menyebut bentrokan dipicu sengketa lahan perbatasan antara Dusun Bele dan Dusun Lewonara. Kapolres AKBP Adhitya Octorio Putra memastikan pengamanan dilakukan, personel ditempatkan di titik rawan, dan pendekatan persuasif bersama tokoh adat dilakukan untuk meredam ketegangan.
Kerugian materiil awal meliputi enam bangunan rusak: satu gudang kopra, dua tempat usaha, dan tiga rumah warga. Polisi juga mengamankan ketapel, anak panah, parang, dan beberapa senjata rakitan.
“Kami mengimbau warga tetap tenang dan percayakan penyelesaian masalah melalui dialog dan musyawarah,” kata Kapolres.
Sebanyak 62 personel gabungan Polres dan Brimob dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Editor: Redaksi TVRINews
