
Puting Beliung Sapu Rumah Warga di Ciamis dan Pangandaran, Wisatawan Panik
Penulis: Entang SR
TVRINews, Jabar
Puting beliung yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran, Jawa Barat, pada Sabtu petang, mengakibatkan kerusakan signifikan pada rumah-rumah warga. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil yang dialami warga diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Banyak rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang dan disapu angin kencang.
Di Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, puting beliung datang secara tiba-tiba, memicu kepanikan di kalangan warga. Beberapa rumah rusak di bagian atapnya akibat diterjang angin puting beliung. Warga tampak berhamburan keluar rumah, mengumandangkan takbir, sambil berusaha menyelamatkan diri dari pusaran angin yang datang begitu cepat.
Peristiwa serupa juga terjadi di kawasan Pamugaran, Kabupaten Pangandaran, yang merupakan daerah pesisir. Seorang warga merekam video amatir yang memperlihatkan pusaran angin besar yang datang dari arah laut dan menuju bibir pantai. Angin puting beliung itu menyapu rumah dan warung yang berada di sepanjang kawasan tersebut, mengakibatkan kerusakan parah. Pengelola warung yang terletak di dekat pantai tampak panik menyaksikan angin puting beliung mendekat.
"Kerusakannya di bagian dapur tertimpa pohon. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ungkap Kartiwi, salah seorang korban di Pamugaran.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Warga yang rumahnya rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang dan diterjang angin puting beliung, mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Tagana, dan Kepolisian langsung turun ke lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan pasca bencana. Mereka bekerja bersama-sama untuk membantu warga yang terdampak serta membersihkan sisa-sisa kerusakan yang ditinggalkan oleh angin puting beliung tersebut.
Dengan adanya peristiwa ini, warga di kawasan terdampak dihimbau untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja. Pemerintah setempat terus mengupayakan bantuan dan pemulihan pasca bencana untuk mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan.
Editor: Redaktur TVRINews
