
Penulis: Muhammad Aswan
TVRINews, Kendari
Dalam upaya mencegah dan memutus rantai penularan campak, pemerintah terus mengintensifkan sosialisasi serta pelaksanaan imunisasi campak secara serentak di seluruh Indonesia.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas kembali meningkatnya kasus campak pada awal tahun 2026. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa imunisasi campak memiliki peran penting dalam melindungi anak dari risiko penularan sekaligus mencegah komplikasi serius yang dapat ditimbulkan oleh penyakit tersebut.
Selain memberikan perlindungan individu, imunisasi juga berfungsi membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga penyebaran virus menjadi lebih terbatas.
Upaya ini dinilai penting untuk menekan potensi penularan lintas daerah, terlebih di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode arus mudik Lebaran.
Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar segera melengkapi imunisasi campak pada anak-anak mereka.
Selain itu, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, segera memeriksakan anak jika mengalami gejala, serta membatasi kontak dengan orang lain apabila terindikasi terinfeksi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Kendari melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elffi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti surat edaran kewaspadaan dan pencegahan campak dari Kementerian Kesehatan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

”Pihak Dinkes Kota Kendari telah menindaklanjuti surat edaran kewaspadaan dan pencegahan campak dari Kementerian Kesehatan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya
Surat edaran tersebut juga telah diteruskan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar informasi pencegahan dapat tersosialisasi secara luas kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan kembali menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penularan campak serta melindungi anak-anak dari dampak penyakit yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Editor: Redaksi TVRINews
