
Penulis: Arief Masbuchin
TVRINews, Malang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Grand Paviliun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar (RSSA) Provinsi Jawa Timur di Kota Malang, Rabu, 22 April 2026. Peresmian turut dihadiri Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto.
Khofifah menegaskan kehadiran Grand Paviliun menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis berkualitas di dalam negeri.
Gedung Grand Paviliun terdiri dari tujuh lantai dengan luas sekitar 15.000 meter persegi. Pembangunan fasilitas ini menelan investasi hampir Rp150 miliar yang seluruhnya berasal dari pendapatan mandiri RSSA tanpa dukungan APBD maupun APBN.
Fasilitas tersebut kini memiliki 77 tempat tidur serta didukung 202 tenaga medis yang terdiri dari 61 dokter spesialis dan 141 dokter subspesialis atau konsultan.
Khofifah menyebut Grand Paviliun ditujukan untuk segmen masyarakat menengah ke atas sehingga dapat menjadi alternatif layanan kesehatan tanpa harus berobat ke luar negeri.
"Kalau boleh saya menyebut ini diproyeksikan untuk kelas middle up ya. Jadi harus dilayani semua lini dengan kualitas tertentu. Kalau kita tidak menyiapkan pasti mereka akan mencari sampai ke luar negeri kan," ujarnya.
Grand Paviliun RSSA mengusung konsep one stop service terintegrasi. Layanan meliputi ruang perawatan modern, ruang operasi terpadu, dan farmasi dalam satu gedung sehingga pasien mendapat pelayanan lebih efisien tanpa perlu berpindah lokasi.
"InsyaAllah ini integrated system yang sudah disiapkan di Grand Paviliun ini. Selain itu, RSUD Dr. Saiful Anwar juga sudah menjadi top reference untuk lab terintegrasi dari banyak rumah sakit baik dari dalam dan luar Jawa Timur," imbuhnya.
RSSA juga dikenal sebagai rumah sakit tipe A dengan laboratorium terintegrasi yang menjadi rujukan banyak fasilitas kesehatan. Khofifah optimistis keberadaan Grand Paviliun memperkuat posisi RSSA sebagai layanan kesehatan unggulan.
"Makanya tadi saya sampaikan bahwa tidak usah ke Singapura, tidak usah ke Malaysia ke sini saja, ke Grand Paviliun RSUD Dr. Syaiful Anwar," ajaknya.
Selain peresmian, Khofifah mendorong rumah sakit di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan inovasi, terutama dalam pengadaan alat kesehatan dan obat melalui sistem konsolidasi.
Menurutnya, sistem tersebut mampu meningkatkan efisiensi, menekan biaya, dan menjamin ketersediaan kebutuhan medis melalui kerja sama lintas daerah.
"Artinya efisiensi untuk semua kebutuhan rumah sakit itu kita lakukan tidak hanya untuk rumah sakit di Jawa Timur tapi juga bersama rumah sakit yang lain dari berbagai provinsi. Sehingga bisa terkontrol harganya dan jaminan bahwa ketersediaan itu bisa dijamin oleh pihak penyedia," tutur Khofifah.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi atas peningkatan layanan kesehatan di RSSA. Ia menilai Grand Paviliun akan memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah Malang Raya.
"Keberadaan Grand Paviliun ini diharapkan mampu menjadi penopang dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dengan layanan yang lebih representatif, modern dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien," ungkapnya.
Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto menyebut Grand Paviliun menjadi bagian strategi pengembangan layanan rumah sakit modern dan berkelanjutan.
"Kehadiran Gedung Grand Paviliun ini menjadi strategi diverfifikasi layanan yang diharapkan mampu memberi kontribusi pendapatan yang berkelanjutan bagi operasional dan rumah sakit," ungkapnya.
Ia menambahkan pengembangan ini sejalan dengan visi Jatim World Class Hospital Collaboration. Sejak beroperasi pada 2025, Grand Paviliun mencatat 13.906 kunjungan klinik dan 2.356 kunjungan rawat inap, dengan tiga ruang operasi aktif sejak Februari.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga meninjau laboratorium sentral, instalasi radiologi dengan MRI 1.5 Tesla, ruang ICU, ruang operasi, dan ruang rawat inap VVIP. Laboratorium RSSA telah dilengkapi sistem robotik otomatis untuk mendeteksi bakteri dan virus secara cepat dan akurat.
Editor: Redaktur TVRINews
