
Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Lombok Tengah
Kelangkaan gas LPG tiga kilogram mulai dikeluhkan warga dan pedagang kecil di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca Idulfitri 1447 H. Kondisi ini memicu kekhawatiran di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga setelah masa libur Lebaran.
Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh LPG bersubsidi di tingkat pengecer. Keterbatasan stok bahkan sudah dirasakan sejak bulan Ramadan dan berlanjut hingga setelah hari raya.
Keluhan tersebut salah satunya datang dari warga di Kecamatan Praya. Seorang pedagang kecil, Yuni, mengaku kesulitan mendapatkan stok LPG sejak bulan Ramadan hingga setelah Lebaran.

“Selain barangnya sulit dicari, harga di tingkat eceran juga naik hingga sekitar Rp25 ribu per tabung,” ujar Yuni, Jumat, 27 Maret 2026.
Tak hanya soal kelangkaan, para pedagang juga dibuat resah oleh kabar yang menyebut adanya pengurangan distribusi LPG tiga kilogram. Isu tersebut menyebutkan bahwa tabung melon akan digantikan dengan ukuran lima kilogram, meski belum ada kepastian resmi di lapangan.
Pemerintah daerah pun angkat bicara terkait situasi tersebut. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Setiawan, menegaskan bahwa langkah penambahan pasokan telah dilakukan guna meredam lonjakan permintaan.
Menurutnya, pihak Pertamina telah melakukan penambahan pasokan atau extra dropping LPG tiga kilogram pada 17, 18, 19, 22, dan 25 Maret.
“Total distribusi mencapai 250 persen dari alokasi harian atau sekitar 87.360 tabung, karena memang terjadi peningkatan konsumsi yang sangat tinggi,” jelas Lalu Setiawan.
Ia menjelaskan, tingginya permintaan LPG dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat selama arus mudik dan perayaan Lebaran. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan melonjak dalam waktu singkat.
Meski tambahan pasokan telah digelontorkan, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Pemantauan langsung ke lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Langkah ini dilakukan agar masyarakat kembali merasa aman dan distribusi LPG bisa berjalan normal,” tutupnya.
Editor: Redaksi TVRINews
