
Penulis: Hesti D. Ameliasari
TVRINews, Kalsel
Ribuan jemaah Muhammadiyah di Kota Banjarmasin melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Sekitar lima ribu jemaah memadati Masjid Al-Jihad Banjarmasin sejak pagi untuk menunaikan ibadah sesuai maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Salat Id dipimpin oleh Ustaz Agus Salim sebagai imam dan Ustaz Usman Abdullah Watik sebagai khatib. Dalam khutbahnya, Ustaz Usman menekankan pentingnya toleransi sebagai wujud Islam rahmatan lil ‘alamin. Ia mengingatkan bahwa perbedaan penetapan hari raya bukan alasan untuk berselisih, melainkan momentum untuk saling menghargai.
“Kita melihat jemaah tidak bergeming dan hadir sekitar lima ribu orang. Meskipun berbeda, tidak ada masalah. Yang penting kita sama-sama melaksanakan ibadah,” ujar Ketua Takmir Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Taufik Hidayat.
“Kalaupun ada perbedaan, itu adalah rahmat. Tidak seharusnya memicu kita saling membenci, dendam, atau merasa benar sendiri. Islam mengajarkan bahwa setiap persoalan pasti ada titik temunya,” tambah Ustaz Usman.

Meski terdapat perbedaan waktu perayaan dengan pemerintah yang menetapkan Idulfitri pada 21 Maret 2026, situasi di Kota Banjarmasin tetap aman dan kondusif. Warga pun saling menjaga toleransi.
“Sama saja seperti tahun sebelumnya, tetap ramai. Kita juga jaga toleransi dan saling menghargai,” tutur Amira, salah satu jemaah.
Editor: Redaktur TVRINews
