
Penulis: Amran Mustar Ode
TVRINews, Wakatobi
Di tengah arus modernisasi yang kian merambah berbagai lini kehidupan, masyarakat Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, tetap setia menjaga tradisi Herapo-Rapo setiap bulan Ramadan.
Suasana malam Ramadan di wilayah yang berada di Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi ini memiliki keunikan tersendiri. Selain diisi dengan aktivitas ibadah, warga setempat masih melanjutkan tradisi Herapo-Rapo yang kini lebih dikenal sebagai "kacang jodoh". Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat setempat.

Setiap malam, selepas salat tarawih hingga menjelang tengah malam, para gadis remaja duduk di depan rumah mereka dengan penerangan pelita sederhana.
Di bawah cahaya temaram lampu tradisional, mereka menjajakan kacang tanah yang disangrai sendiri. Aroma kacang sangrai yang khas berpadu dengan suasana kampung yang hangat, menghadirkan nuansa Ramadan yang begitu kental.
Para pembeli yang didominasi remaja pria berdatangan dari berbagai penjuru kampung. Namun, momen ini bukan sekadar transaksi jual beli.
Herapo-Rapo menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan antar generasi muda. Tak sedikit kisah perkenalan yang berawal dari tradisi ini berlanjut hingga ke pelaminan, sehingga masyarakat pun menjulukinya sebagai "kacang jodoh".
Yana, salah seorang penjual kacang di Kelurahan Wandoka, menuturkan bahwa tradisi ini tidak dilaksanakan pada malam Lailatul Qadar sebagai bentuk penghormatan terhadap malam penuh kemuliaan tersebut.
Dalam satu malam, penghasilan yang diperoleh penjual bisa mencapai Rp80 ribu hingga Rp200 ribu. Hasil penjualan biasanya dimanfaatkan untuk membeli pakaian Lebaran atau memenuhi kebutuhan pribadi menjelang hari raya.
Bagi masyarakat Wangi-Wangi, Herapo-Rapo bukan sekadar aktivitas ekonomi musiman. Tradisi ini merupakan warisan budaya yang menjaga kebersamaan, melatih kemandirian remaja, serta merekatkan nilai-nilai kearifan lokal selama bulan suci Ramadan.
Di tengah perkembangan zaman, Herapo-Rapo tetap hidup sebagai simbol kebersamaan dan identitas budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Editor: Redaksi TVRINews
