
Penulis: Giri
TVRINews - Yogyakarta
Suasana perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menghadirkan pemandangan berbeda di kawasan Candi Prambanan. Ribuan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, memadati kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut sejak pagi hari.
Libur panjang Imlek menjadi momentum peningkatan signifikan jumlah kunjungan. Berdasarkan data pengelola, angka kunjungan melonjak hingga 300 persen per hari dibandingkan rata-rata kunjungan biasa.
Pada hari normal, jumlah wisatawan berkisar antara tiga ribu hingga empat ribu orang. Namun selama periode libur Imlek, kunjungan mencapai 11 ribu hingga 12 ribu orang per hari.
General Manager PT TWC Candi Prambanan, Ratno Timoer, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak pagi.
“Untuk kunjungan hari ini cukup banyak. Di dua jam pertama kira-kira sudah sekitar empat ribu pengunjung. Kemungkinan sampai sore bisa mencapai sembilan ribu hingga sepuluh ribu orang, seperti minggu kemarin yang mencapai sekitar 11 ribu sampai 12 ribu pengunjung,” ujarnya kutip Rabu, 18 Februari 2026
Untuk menyemarakkan perayaan, pengelola menghadirkan pertunjukan spesial berupa atraksi barongsai dan liong. Penampilan tersebut menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Perpaduan budaya Tionghoa dengan latar kemegahan candi menciptakan nuansa akulturasi budaya yang harmonis.
Kelincahan para pemain barongsai saat melompat dan berinteraksi dengan penonton kerap mengundang tepuk tangan meriah. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen tersebut melalui gawai mereka.
Salah satu wisatawan, Cecilia, mengaku sengaja datang untuk menikmati suasana perayaan di Prambanan.
“Saya ke Candi Prambanan ini karena candinya unik banget dan suasananya enak sekali untuk bersantai, serta ada nilai budayanya juga,” katanya.
Tak hanya di Prambanan, suasana Imlek juga terasa di Candi Borobudur. Di kawasan tersebut, pengelola menghadirkan instalasi wishing wall. Melalui fasilitas ini, pengunjung dapat menuliskan doa dan harapan pada kartu yang kemudian dipasang di dinding harapan.
Kartu-kartu tersebut menjadi simbol visual berbagai aspirasi, mulai dari cinta, kesehatan, kebahagiaan, hingga keberuntungan di tahun yang baru. Kehadiran wishing wall dinilai selaras dengan filosofi candi sebagai tempat peribadatan dan perenungan, sekaligus memperkaya pengalaman wisata selama libur Imlek.
Editor: Redaksi TVRINews
