
Penulis: Toni Triyadi
TVRINews, Karawang
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional mengumumkan pencapaian signifikan dalam ketahanan pangan nasional. Cadangan beras nasional saat ini dilaporkan telah menembus angka di atas lima juta ton, yang diklaim sebagai rekor tertinggi dalam sejarah pengelolaan stok pangan di Indonesia.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan informasi tersebut saat melakukan peninjauan langsung ke kawasan pergudangan Genesis di Tunggakjati, Karawang, Jawa Barat.

"Stok cadangan beras nasional telah menembus lebih dari lima juta ton per hari kemarin. Ini adalah angka tertinggi yang pernah kita kelola," ujar Amran, Jumat 24 April 2026.
Besarnya jumlah stok yang tersedia mendorong pemerintah untuk mengambil langkah taktis dengan menyewa gudang tambahan milik pihak swasta. Hal ini dilakukan mengingat kapasitas gudang yang dimiliki Perum Bulog saat ini hanya mampu menampung sekitar tiga juta ton beras.
Di lokasi pergudangan Genesis Karawang sendiri, saat ini telah tertampung sekitar 80.000 ton beras dari total kapasitas sebesar 102.000 ton. Diperkirakan, seluruh kapasitas gudang tersebut akan terisi sepenuhnya pada pekan depan.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang solid. Dengan ketersediaan stok yang melimpah, pemerintah menyatakan optimisme terhadap kedaulatan pangan di dalam negeri.
"Pemerintah optimistis kebutuhan beras nasional dapat terpenuhi sepenuhnya tanpa perlu melakukan impor pada tahun ini," tegas Amran.
Capaian ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen serta memberikan kepastian stok pangan bagi seluruh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews
