
Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kota Mataram
Fenomena langka terjadi di kawasan Taman Sari Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebuah bunga bangkai jenis Suweg atau Amorphophallus paeoniifolius tiba–tiba tumbuh dan mekar di pekarangan rumah warga Jalan Gili Air No. 67, menarik perhatian masyarakat sekitar.

Bunga berwarna ungu dengan aroma menyengat itu ditemukan oleh pemilik rumah, Sri Banun, yang mengaku awalnya tidak mengetahui tanaman tersebut adalah bunga bangkai.
“Awalnya saya kira ini cuma daun liar yang sering muncul saat musim hujan. Bentuknya mirip porang, jadi saya biarkan saja,” ujar Sri Banun, Jumat, 28 November 2025.
Ia mengatakan, bunga tersebut tampak mulai mekar dua hari lalu dan langsung mengeluarkan aroma yang cukup kuat, terutama pada siang hari. Bahkan, ia sempat mengira ada bangkai hewan di sekitar rumahnya.
“Pas sudah mekar warnanya ungu terang. Saya kaget, ini pertama kali saya lihat bunga bangkai tumbuh di pekarangan sendiri, baunya kuat sekali waktu siang, sampai saya kira ada bangkai di sekitar rumah,” tambah Sri Banun.
Setelah diukur, bunga bangkai di pekarangannya memiliki tinggi sekitar 30 cm dengan lebar 24 cm.
Sejak kemunculannya, rumah Sri Banun ramai dikunjungi warga yang ingin melihat langsung dan mengabadikan momen langka tersebut.
Seorang warga bernama Indung mengatakan ia antusias bisa melihat bunga bangkai dari dekat.
“Selama ini saya cuma lihat di televisi atau media sosial. Ternyata baunya memang kuat, tapi kami tidak terlalu terganggu. Ini momen langka,” ujar Indung.
Fenomena ini, menurut warga dan pegiat lingkungan setempat, menunjukkan bunga bangkai dapat tumbuh secara alami di area permukiman apabila kondisi tanah mendukung. Kemunculan bunga bangkai di pemukiman warga ini sekaligus menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga tanaman langka agar tetap lestari.
Editor: Redaktur TVRINews
