
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Lampung
Aktivitas mudik Lebaran tidak hanya dirasakan para pemudik, tetapi juga para pelaku UMKM di kawasan Pelabuhan Bakauheni. Salah satunya Winda Gono (49 tahun), pedagang makanan dan minuman yang mengelola kiosnya bersama keluarga.
Winda mengatakan kios miliknya buka selama 24 jam untuk melayani para penumpang yang hendak menyeberang dari Sumatra menuju Jawa maupun sebaliknya. Usaha tersebut dijalankan bersama suami serta anak-anaknya tanpa bantuan pegawai.
Menurutnya, momen arus balik Lebaran justru lebih menguntungkan dibandingkan arus mudik. Pada periode tersebut, penumpang yang mampir untuk membeli makanan dan minuman cenderung lebih banyak.
“Kalau arus balik biasanya lebih ramai yang mampir. Saat mudik memang penumpangnya banyak, tapi belum tentu singgah ke kios,” ujar Winda kepada tvrinews.com, Minggu, 15 Maret 2026.
Meski demikian, Winda mengaku tetap senang melihat banyak masyarakat yang bisa pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Namun, ia juga merasakan tantangan tersendiri saat jumlah pengunjung meningkat.
Ia menuturkan ketika kiosnya ramai dirinya sering kewalahan melayani pembeli karena usaha tersebut dikelola secara mandiri tanpa pegawai tambahan.
“Kadang keteteran kalau ramai, tapi ya tetap disyukuri. Ini usaha keluarga,” kata Winda.
Kisah Winda menjadi gambaran bagaimana geliat arus mudik turut menggerakkan roda ekonomi kecil di sekitar pelabuhan, sekaligus menghadirkan dinamika tersendiri bagi para pelaku UMKM.
Editor: Redaksi TVRINews
