
Penulis: Syaiful
TVRINews, Tanah Laut
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama Kementerian Pertanian bergerak cepat melakukan akselerasi pertanaman guna memperkuat kedaulatan pangan nasional. Gerakan tanam serempak ini dipusatkan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) dengan target luasan mencapai 10.000 hektar.
Wakil Bupati Tanah Laut, M. Zazuli, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Bumi Tuntung Pandang sebagai lumbung pangan andalan di Kalimantan Selatan. Ia berharap sinergi yang kuat antara pusat dan daerah dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani lokal.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, memberikan apresiasi tinggi atas capaian perluasan lahan di Kalimantan Selatan. Dari target 16.000 hektar cetak sawah rakyat, saat ini telah terealisasi sebanyak 14.000 hektar.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya adalah percepatan masa tanam. Menurutnya, momentum ketersediaan air harus dimanfaatkan secara maksimal sebelum puncak musim kering tiba agar lahan yang sudah dibuka tidak kembali ditumbuhi gulma.
"Provinsi Kalimantan Selatan total realisasi cetak sawahnya sudah 14.000 hektar. Ini tugas bersama untuk segera melakukan pertanaman. Secara nasional, sudah terbuka lahan seluas 54.000 hektar dan target kita saat ini minimal 50 persennya sudah harus tertanam. Jika tidak segera ditanam, lahan akan ditumbuhi rumput dan tantangannya semakin berat," ujar Idha, Jumat, 10 April 2026.
Kementerian Pertanian juga menekankan pentingnya peran Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, terutama para penyuluh, untuk turun ke lapangan mengawal para petani. Dukungan teknis dan pendampingan dinilai menjadi kunci suksesnya program cetak sawah ini agar menghasilkan produktivitas yang optimal.
Dengan pengawalan ketat dari para penyuluh pertanian dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai, pemerintah optimis target produksi pangan nasional dapat tercapai.
Kabupaten Tanah Laut diproyeksikan akan mampu menghasilkan bulir-bulir padi berkualitas tinggi yang akan memperkuat stok pangan daerah maupun nasional. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi potensi krisis pangan global serta menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Editor: Redaktur TVRINews
