
Penulis: Adim Muchtadim
TVRINews – Cilegon
Permintaan Lebaran Memicu Lonjakan Harga Signifikan di Pasar Kranggot
Fluktuasi harga komoditas pangan menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah mulai menekan daya beli konsumen di tingkat daerah. Di Pasar Tradisional Kranggot, Kota Cilegon, harga daging sapi dilaporkan mengalami lonjakan tajam hingga menyentuh angka Rp180.000 per kilogram pada H-1 Lebaran.
Kenaikan ini merepresentasikan margin yang cukup lebar dari harga normal yang biasanya tertahan di kisaran Rp140.000 per kilogram.
Fenomena tahunan ini disinyalir merupakan dampak langsung dari eskalasi permintaan domestik yang tidak sebanding dengan stabilitas harga di tingkat hulu.
Seorang pedagang di Pasar Kranggot, Asep, mengungkapkan bahwa tren kenaikan ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak tiga hari terakhir. Menurutnya, kondisi ini merupakan konsekuensi logis dari tingginya harga sapi hidup di tingkat pemasok.
"Kenaikan ini sudah berlangsung sekitar tiga hari. Saat ini kami menjual di angka Rp180.000 per kilogram dari harga dasar sebelumnya Rp140.000," ujar Asep saat ditemui di sela aktivitas dagangnya, Jumat 20 Maret 2026.
Meskipun daging sapi tetap menjadi komoditas utama untuk hidangan hari raya, tingginya harga pasar kali ini berdampak pada volume transaksi. Asep mencatat adanya penurunan jumlah pembeli jika dibandingkan dengan momentum menjelang Lebaran pada periode tahun sebelumnya.
Para konsumen cenderung lebih selektif atau mengurangi kuantitas pembelian guna menyiasati pembengkakan pengeluaran.
Analisis pasar di lapangan menunjukkan bahwa harga kemungkinan besar tidak akan langsung kembali ke titik normal segera setelah Idulfitri. Proyeksi harga pasca-Lebaran diperkirakan masih akan tertahan di atas Rp150.000 per kilogram.
Stabilitas harga di tingkat eceran sangat bergantung pada normalisasi harga sapi hidup dan kelancaran rantai pasok dalam beberapa pekan ke depan.
Editor: Redaksi TVRINews
