
Putus Jangkar dan Rusak Mesin, Kapal Pongpong Nelayan Hanyut
Penulis: Hamdani
TVRINews, Bangka Barat
Sebuah kapal jenis pongpong milik nelayan asal Bangka Barat dilaporkan hanyut puluhan mil ke tengah Laut Selat Bangka akibat cuaca buruk dan kerusakan mesin.
Kapal kayu yang dinakhodai Cepi (43) itu sebelumnya berlayar dari perairan Mentok menuju perairan Kecamatan Parittiga, Bangka Barat. Namun, di tengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan mesin dan tali jangkar putus akibat diterjang gelombang tinggi.
Kejadian tersebut membuat kapal hilang kontak di sekitar perairan Tanjung Genting, Bangka Barat. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Pangkalpinang Pos Mentok, Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, dan Polairud Polres Bangka Barat segera melakukan pencarian.
Setelah lebih dari tiga jam pencarian, kapal pongpong akhirnya ditemukan terombang-ambing di tengah laut. Beruntung, sang nakhoda ditemukan selamat dan berhasil dievakuasi ke daratan.
Kepala Unit Siaga SAR Mentok, Fajar Permana, menjelaskan kronologi kejadian:
“Awalnya korban mengalami kerusakan mesin dan terhanyut bersama kapalnya. Ia sempat melempar jangkar, namun sekitar pukul 03.00 dini hari tali jangkar tersebut putus. Korban berangkat dari Mentok menuju Dermaga Pengana dan sempat menghubungi keluarganya untuk dijemput. Namun, karena air laut sedang surut, keluarga tidak bisa menjemput dan berencana melakukannya keesokan harinya. Saat dijemput, korban sudah tidak berada di lokasi yang disepakati, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada tim SAR gabungan karena sudah terjadi lost contact. Informasi terakhir diterima sekitar pukul 22.00 WIB, ketika korban meminta dijemput.”
Fajar menambahkan, “Setelah laporan diterima, tim SAR gabungan bersama keluarga korban melakukan pencarian menggunakan BRIF dan perahu nelayan. Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di perairan sekitar 38 nautical mile dari Tanjung Genting, arah barat laut, dalam kondisi selamat. Korban kemudian dievakuasi dan ditarik ke Dermaga Pengana.”
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang mengimbau seluruh nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut, mengingat kondisi cuaca saat ini tidak menentu dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Editor: Redaktur TVRINews
