Penulis: Ardiyah
TVRINews, Kabupaten Barito Timur
Provinsi Kalimantan Tengah kaya akan keragaman suku. Salah satunya Suku Dayak Maanyan yang terkenal dengan ritualnya yakni ritual pemugaran makam. Ritual pemugaran makam dilaksanakan untuk menghormati dan mengenang para leluhur, serta memohon perlindungan dan keberkahan.
Ritual ini diawali oleh para keluarga dan kerabat yang berkumpul di pemakaman tradisional dengan membawa bunga, dupa, serta makanan dan minuman sebagai persembahan kepada roh-roh leluhur. Suku Dayak Maanyan mempercayai bahwa melalui ritual, dapat membangun hubungan spiritual yang kuat dengan leluhur dan memohon bantuan serta keberkahan.
Ritual dipimpin langsung oleh pimpinan adat dengan memimpin prosesi pemugaran, dengan penuh khidmat. Pimpinan adat menyampaikan doa-doa khusus dan memimpin para peserta dalam berbagai upacara yang terkait dengan pemakaman, diantaranya membersihkan dan menyucikan makam serta menghiasnya dengan bunga dan hiasan tradisional.
“Ritual pemugaran makam mathias gaung bukan hanya sebagai upaya untuk menghormati leluhur, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan antargenerasi dalam masyarakat Dayak Maanyan” kata Rafi Hidayatullah, ketua pemugaran makam.
Bagi Suku Dayak Maanyan, ritual pemugaran makam dapat meningkatkan pengetahuan dan nilai-nilai budaya leluhur akan terus dijaga sehingga diteruskan kepada generasi yang akan datang.
“Ritual ini sebagai salah satu aspek yang mencerminkan kekayaan budaya indonesia dan keberagaman tradisi yang ada di dalamnya/dengan mempertahankan warisan budaya” tambah Rafi, ketua pemugaran makam.
Editor: Redaktur TVRINews
