Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Mojokerto
Warga Desa di Kabupaten Mojokerto menggelar tradisi berebut hasil bumi dalam acara Ruwatan Desa. Tumpeng hasil bumi diarak berkeliling Desa menuju makam sesepuh Desa setempat. Tradisi ruwatan Desa tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur panen melimpah dan menyongsong bulan Suci Ramadhan
Keseruan warga Desa Sukoanyar Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto saling berebut dua gunungan setinggi dua meter berisi buah-buah dan sayu sayuran hasil bumi di makam sesepuh Desa setempat.
Usai diarak keliling Desa, tumpeng berisi aneka buah hasil bumi dari pertanian warga masyarakat langsung diserbu di punden leluhur .
Warga masyarakat yang telah turun temurun melaksanakan tradisi ini berharap agar bisa dilaksanakan setiap tahun, sehingga selain bertujuan mewujudkan rasa syukur juga menjadi sebuah sarana silaturahmi.
“Meski harus berebut dan berdesakan, namun warga sangat bahagia serta berharap mendapatkan berkah dari kegiatan ini, hasil panen pertanian di Desa Sukoanyar semakin melimpah dan meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Juru Kunci, Muhamad Suparlan, Senin, 26 Februari 2024.
Kegiatan ruwatan Desa ini dilakukan setiap tahun di Bulan Sya'ban atau Bulan Ruwah jelang puasa. Dalam tradisi jawa dua gunungan dimaknai pertemuannya antara dua Dusun Suyorono dan Sukoanyar jadi menjadi satu Desa sukoanyar.
Tradisi Ruwatan Desa ini sekaligus menunjukkan akulturasi Budaya Jawa dan Islam di Desa Sukoanyar, sekaligus penanda kesiapan warga Desa dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari saja.
Editor: Redaktur TVRINews
