
Penulis: Agus Alfian
TVRINews – Beduai
Penemuan sisa amunisi konfrontasi RI-Malaysia ini telah diamankan kepolisian guna mencegah risiko ledakan.
Seorang warga di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menemukan sebuah proyektil mortir yang diduga kuat masih aktif saat sedang mencari ikan di area muara sungai setempat.

Amunisi militer tersebut ditemukan oleh Mario Febrian (33) saat dirinya menyelam di titik pertemuan arus Sungai Beduai. Menyadari potensi bahaya dari benda logam tersebut, ia segera melaporkan temuan itu ke otoritas keamanan setempat.
Kapolsek Beduai, AKP Heri Triyana, mengonfirmasi bahwa benda tersebut kini telah berada dalam pengamanan pihak kepolisian.
Berdasarkan pemeriksaan fisik awal, mortir tersebut diyakini merupakan peninggalan era konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia yang pernah terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan.
"Benda tersebut ditemukan warga saat sedang menyelam. Ada dugaan kuat bahwa mortir sisa masa konfrontasi ini masih dalam kondisi aktif," ujar AKP Heri Triyana Rabu 18 Februari 2026.
Analisis Keamanan dan Langkah Mitigasi
Pihak kepolisian saat ini tengah berkoordinasi dengan tim Penjinak Bahan Peledak (Jibom) untuk melakukan pemeriksaan teknis guna memastikan tingkat reaktivitas amunisi tersebut.
Wilayah Beduai secara historis memang menjadi salah satu titik yang bersinggungan dengan konflik bersenjata di masa lampau, sehingga temuan sisa persenjataan bukan hal yang mustahil terjadi.
Menanggapi kejadian ini, AKP Heri Triyana mengeluarkan peringatan kepada penduduk lokal mengenai kemungkinan adanya material peledak lain yang masih terpendam di dasar sungai maupun di dalam tanah.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di Sungai Beduai dan Sungai Sekayam, untuk tetap waspada. Jika menemukan objek mencurigakan, jangan disentuh atau dipindahkan. Segera lapor ke petugas agar ditangani secara profesional," tegasnya.
Koordinasi Lintas Instansi
Sebagai bagian dari prosedur keamanan wilayah perbatasan, Polsek Beduai telah menjalin komunikasi intensif dengan:
• Koramil Beduai
• Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia
Langkah ini diambil untuk memastikan proses evakuasi dan pemusnahan (disposal) barang bukti berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) militer dan kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di Kecamatan Beduai dilaporkan tetap kondusif, sementara area penemuan terus dipantau guna menjamin keselamatan warga publik.
Editor: Redaktur TVRINews
