Penulis: Andi Husain
TVRINews, Karangasem
Belasan orang warga di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, diduga terserang meningitis usai menyantap menu olahan lawar babi.
Sebanyak 12 orang warga Banjar Dinas Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit di kabupaten Karangasem karena mengeluh leher kaku, sakit kepala, dan sakit pinggang hingga kehilangan pendengaran usai menyantap menu olahan lawar babi dengan campuran darah babi mentah.
Berdasarkan gejala, 12 orang warga tersebut diduga terserang meningitis. Dua orang warga pun kini dirawat di RSUD Karangasem, dan sisanya dirawat di RS Bali Med Karangasem. Sementara itu, dua orang pasien sudah di rujuk ke RSUP Prof Ngurah di Denpasar, karena kondisinya yang dinyatakan kritis. Diketahui, satu orang pasien yang sempat dirawat di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang, namun masih mengeluhkan sakit pinggang hebat, serta mengalami kehilangan pendengaran. Pasca terjadinya kasus ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem sudah turun untuk melakukan pengecekkan dan pemeriksaan.
“Ada delapan orang yang sedang dirawat di Rumah Sakit, sisanya dirawat jalan. Mereka memiliki Riwayat memakan olahan daging babi,” ujar Kepala Dusun Kreteg, I Kadek Budiarta, dikutip Jumat, 24 Mei 2024.
Pasca terjadinya kasus tersebut, Dinas Pertanian Pangan Dan Perikanan Kabupaten Karangasem, telah turun untuk melakukan penelusuran terhadap babi yang disembelih. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem I Nyoman Siki Ngurah menyebutkan, jika babi yang disembelih untuk olahan makanan tersebut, berasal dari peternak rumahan. Sementara saat dilakukan pemeriksaan pada babi lainnya, tidak ada ditemukaan babi yang terjangkit virus.
“Meningitis itu disebabkan oleh bakteri, bukan virus. Agak sulit mendeteksi bakteri pada babi yang masih hidup. Dengan adanya kasus ini, kami juga sudah turun langsung untuk menyelediki apakah ternak babi lainnya dalam keadaan sehat, atau tidak,” Ujar Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem I Nyoman Siki Ngurah.
Menyikapi kasus tersebut, petugas dari Dinas Pertanian, juga telah melakukan sterilisasi kandang dan penyemprotan disinfektan kandang babi di sejumlah tempat di Karangasem. dinas pertanian kabupaten karangasem mengimbau warga untuk tidak cemas, atau takut mengkonsumsi daging babi. Namun demikian, daging babi harus dimasak serta diolah dengan baik, sehingga aman untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Diduga Kelalaian Pihak Sekolah, Siswi SD di Padang Pariaman Terbakar hingga Meninggal Dunia
Editor: Redaktur TVRINews
