
Penulis: Saeful Hardi
TVRINews, Bogor
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua korban yang terjebak kepulan asap gas CO2 di area tambang PT Antam UBPE Pongkor, Kabupaten Bogor. Kedua korban yang diketahui bernama Edi dan Jaka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu, 18 Januari 2026 dini hari.
Keduanya merupakan bagian dari enam orang yang terjebak di dalam lubang tambang sejak Selasa, 13 Januari 2026 lalu. Hingga saat ini, petugas masih berupaya keras mengevakuasi empat korban lainnya yang masih tertahan di dalam lubang.
Isak tangis menyelimuti keluarga korban saat proses evakuasi berlangsung. Acip, orang tua almarhum Edi, mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian putranya yang kini meninggalkan dua orang anak yang masih kecil.
"Kalau kami orang tidak mampu, berharap ada perhatian untuk keluarga anak saya, anak saya meninggalkan dua anak," tuturnya.
Berdasarkan data di lapangan, empat korban yang masih terjebak di dalam lubang adalah Isep, Aji, Akim, dan Adam. Seluruh korban merupakan warga Kampung Anyar, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.
Keluarga korban lainnya, Anda, yang merupakan orang tua dari Isep, terus menanti kepastian di lokasi evakuasi. Ia berharap putranya dapat segera dikeluarkan dari lubang tambang agar pihak keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir secara layak.
"Keinginan saya, mau hidup atau mati segera pulang, ini kami masih menunggu," tuturnya.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika Isep bersama sepuluh orang lainnya yang merupakan Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) berangkat menuju area tambang pada Senin, 12 Januari 2026 malam.
Dari total sebelas orang tersebut, enam di antaranya terjebak di dalam lubang saat asap maut muncul secara tiba-tiba. Sementara itu, lima orang lainnya berhasil menyelamatkan diri meskipun harus menjalani perawatan medis intensif di salah satu klinik di wilayah Kecamatan Nanggung.
Setelah lima hari upaya pencarian, tim gabungan baru berhasil mengangkat dua jenazah. Petugas di lapangan masih menghadapi tantangan berat terkait kondisi oksigen dan gas berbahaya di dalam lubang guna menyelamatkan atau mengevakuasi sisa korban yang ada.
Editor: Redaktur TVRINews
