
Teba Modern Komunal Jadi Solusi Olah Sampah di Padangsambian Barat
Penulis: Yudha Marutha
TVRINews, Denpasar
Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak menyurutkan upaya warga Banjar Minggir, Padangsambian, Denpasar Barat, untuk mengelola sampah secara mandiri.
Sejumlah warga di Gang Singasari menginisiasi pembangunan Teba Modern Komunal di atas fasilitas umum lingkungan sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya sampah organik rumah tangga.
Teba Modern Komunal ini dibangun menggunakan buis beton dan dimanfaatkan secara bersama oleh belasan kepala keluarga. Konsepnya serupa dengan Teba Modern yang selama ini diterapkan di rumah-rumah warga, yakni mengolah sampah organik menjadi kompos langsung di sumbernya, namun dilakukan secara kolektif karena keterbatasan lahan masing-masing rumah.
Inisiatif ini berangkat dari keresahan warga terhadap persoalan sampah di Kota Denpasar yang volumenya terus meningkat, sementara ruang terbuka di lingkungan permukiman kian terbatas.
Dengan memanfaatkan fasilitas umum seperti gang pemukiman, taman bermain, pelataran pura, atau lahan fasum lainnya, Teba Modern Komunal menjadi alternatif pengelolaan sampah yang realistis di kawasan padat penduduk.
“Satu titik Teba Modern Komunal bisa dimanfaatkan oleh belasan kepala keluarga, sehingga pengelolaan sampah organik tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem pengangkutan,” ujar Kepala Lingkungan Banjar Minggir Kadek Eka Parwita kepada tvrinews.com, Rabu, 4 Februari 2026.
Keberadaan Teba Modern Komunal diyakini mampu mengurangi timbunan sampah rumah tangga yang selama ini dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan sampah organik diolah langsung di lingkungan, residu sampah yang harus diangkut keluar kawasan permukiman menjadi jauh lebih sedikit.
Secara konsep, Teba Modern merupakan adaptasi pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal Bali yang dikombinasikan dengan pendekatan modern. Sistem ini dinilai sejalan dengan kebijakan pengurangan sampah dari sumber, yang selama ini terus didorong pemerintah daerah untuk menekan beban pengolahan di hilir.
Selain berdampak pada pengurangan volume sampah, keberadaan Teba Modern Komunal juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan. Warga tidak hanya menjadi penghasil sampah, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan secara berkelanjutan.
Dengan hadirnya Teba Modern Komunal, warga berharap pengelolaan sampah di lingkungan permukiman dapat berjalan lebih baik, mandiri, dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem pengelolaan sampah skala besar. Upaya berbasis komunitas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kawasan perkotaan lain yang menghadapi persoalan serupa.
Editor: Redaksi TVRINews
