
Penulis: Ade Juniawan
TVRINews, Jambi
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Batanghari. Memasuki musim kemarau 2026, pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi kebakaran yang kerap terjadi setiap tahun.
Berdasarkan hasil mitigasi sementara, terdapat lima kecamatan yang masuk kategori rawan karhutla, yakni Pemayung, Batin XXIV, Bajubang, Maro Sebo Ulu, dan Mersam. Wilayah-wilayah tersebut didominasi areal perkebunan dan hutan yang rentan terbakar saat kondisi cuaca kering.
Wakil Bupati Batanghari, Bakhtiar, menegaskan perlunya langkah pencegahan yang lebih masif, khususnya menjelang puncak musim kemarau.
“Perlu adanya langkah pencegahan yang lebih masif, terutama saat memasuki musim kemarau agar potensi karhutla dapat diminimalisir,” ujar Bakhtiar.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Batanghari, Sholihin, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di seluruh wilayah, terutama di daerah rawan, guna menekan potensi kebakaran agar tidak meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Batanghari, Sholihin
Selain itu, BPBD Batanghari juga menggencarkan upaya pencegahan dini melalui edukasi kepada masyarakat terkait dampak buruk karhutla, serta mengingatkan adanya sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Melalui upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko karhutla di Kabupaten Batanghari selama musim kemarau tahun ini dapat diminimalisir.
Editor: Redaktur TVRINews
