
Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kota Mataram
Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Pengprov GABSI) Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk mencetak bibit atlet bridge berprestasi sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang. Regenerasi atlet menjadi fokus utama kepengurusan baru demi menjaga estafet prestasi bridge NTB di tingkat nasional.
Ketua Pengprov GABSI NTB periode 2025–2029, Aenul Yaqin, mengatakan pihaknya akan mengintensifkan pencarian talenta muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Langkah tersebut dilakukan melalui pendekatan pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan.
“Pengprov GABSI NTB siap mencetak bibit atlet bridge berprestasi dengan mencari talenta muda dari kalangan pelajar serta mahasiswa. Dengan pendekatan sistematis ini, kami optimis bisa melahirkan generasi emas yang mampu berprestasi di kancah nasional maupun internasional,” ujar Aenul Yaqin pada Rabu, 18 Februari 2026.
Ia mengakui bahwa saat ini olahraga bridge di Indonesia, khususnya di NTB, masih didominasi oleh kelompok usia senior antara 40 hingga 60 tahun. Oleh karena itu, kepengurusan yang baru terbentuk berkomitmen melakukan regenerasi melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami melihat atlet bridge di NTB masih didominasi usia senior. Melalui kepengurusan baru ini, kami akan mendorong regenerasi lewat berbagai kejuaraan daerah dan nasional. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 sebagai bagian dari proses pembinaan,” tambahnya.
Menurutnya, upaya keberlanjutan tersebut penting untuk memastikan estafet prestasi dari atlet senior kepada generasi muda dapat berjalan dengan baik dan terarah.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Nusa Tenggara Barat (KONI NTB), Mori Hanafi, meminta jajaran pengurus bridge bekerja secara total dalam menjaring bibit atlet potensial.
“Saya meminta pengurus bridge NTB totalitas dalam menjaring bibit atlet berprestasi, sehingga ke depan kita bisa melahirkan atlet bridge yang mampu mendulang medali emas pada PON 2028,” tegas Mori Hanafi.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan terstruktur dan berkesinambungan agar olahraga bridge NTB semakin berkembang dan mampu bersaing di level nasional.
Dengan sinergi antara Pengprov GABSI NTB dan KONI NTB, diharapkan olahraga bridge di Nusa Tenggara Barat mampu melahirkan atlet-atlet muda potensial yang siap mengharumkan nama daerah pada ajang multi-event nasional tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews
