
Penulis: Taufiq Darondo
TVRINews, Bolmong Selatan
Kawasan hunian tetap (huntap) bagi 284 kepala keluarga penyintas erupsi Gunung Ruang resmi diserahkan kepada warga terdampak, Jumat kemarin. Hunian dibangun di atas lahan seluas lebih dari 10 hektare dan diperuntukkan bagi warga asal Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Peresmian dan serah terima dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia kepada Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Kawasan huntap terdiri atas dua area yang telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Fasilitas tersebut meliputi sistem penyediaan air minum, rumah ibadah, sekolah, rumah guru, puskesmas pembantu, sarana olahraga, dermaga, perahu nelayan, hingga sistem pengelolaan sampah.
Pembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung para penyintas memulai kembali kehidupan sosial dan ekonomi di lingkungan yang lebih aman dan layak huni.
"Disini dipinggir laut, tentunya ada ancaman terhadap tsunami. Maka kami mencoba berbagai cara, bersama pemerintah daerah menjaga janga sampai pohon-pohon di pesisir pantai di tebang karena ini untuk menyelamatkan kita terkait bencana," ujar Lilik Kurniawan, Deputi Bid.Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.
Hunian tetap ini dibangun pascaerupsi Gunung Ruang pada April 2024. Dengan selesainya pembangunan dan penyerahan kawasan, ratusan keluarga kini memiliki tempat tinggal permanen setelah sebelumnya mengungsi akibat bencana.
Pemerintah berharap kawasan tersebut menjadi awal pemulihan menyeluruh bagi para penyintas, sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah pesisir.
Editor: Redaktur TVRINews
