
Lawan Hoaks dari Keluarga, IKWI Jatim Soroti Peran Ibu di Era Digital
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Jatim
Perempuan tercatat mendominasi pengguna media sosial di Indonesia dengan angka mencapai 56,3 persen. Kondisi ini mendorong Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Jawa Timur memperkuat literasi digital berbasis keluarga sebagai benteng melawan hoaks.
Hal itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital” di Aula Kantor PWI Jatim, Jalan Taman Apsari 15-17, Surabaya, Jumat 10 April 2026. Sekitar 100 peserta dari berbagai komunitas hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Ikatan Pelukis Wanita Indonesia Jatim.
Ketua IKWI Jatim, Endang Suprapti, menegaskan peran ibu sebagai garda terdepan dalam menyaring informasi di lingkungan keluarga.
“Ibu-ibu harus bisa menyaring informasi yang benar dan tidak hoax untuk anak-anak. Wanita adalah garda terdepan dalam akses dan penyebaran informasi untuk keluarga,” ujar Endang dalam laporan pembukaan acara.
Ia menambahkan, perempuan perlu mampu membedakan informasi benar dan hoaks serta memastikan konten yang dikonsumsi keluarga bernilai positif.
Keynote speaker, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, memaparkan data demografi Jawa Timur 2025 dengan jumlah penduduk 42,352 juta jiwa. Komposisi perempuan tercatat 21,25 juta jiwa, sedikit lebih banyak dibanding laki-laki sebanyak 21,10 juta jiwa.
“Yang menarik, perempuan mendominasi pengguna media sosial sekitar 56,3 persen. Tren ini sudah terlihat sejak 2021, di mana 52,6 persen pengguna Instagram adalah perempuan,” jelas Arumi.
Ia juga menyebut sejumlah aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia, di antaranya WhatsApp 91,7 persen, Instagram 84,6 persen, Facebook 83,0 persen, TikTok 77,4 persen, Telegram 61,6 persen, dan Messenger 50,5 persen.
Arumi mengimbau masyarakat, khususnya para ibu, untuk selalu melakukan check and recheck sebelum menyebarkan informasi. Ia juga mengingatkan risiko unggahan lokasi secara langsung di media sosial.
“Hindari update status real time. Ini berbahaya karena orang jahat bisa tahu posisi kita sebenarnya. Saya biasanya update status setelah pulang ke rumah,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Ketut, menyampaikan adanya aplikasi yang dapat membantu mengontrol akses media sosial anak.
“Ibu-ibu bisa cari di Google,” katanya singkat.
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP, menekankan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan digital, termasuk kekuatan doa orang tua.
“Doa ibu lebih mustajab. Alhamdulillah, anak-anak saya berhasil dan sukses,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Dr. Eko Pamuji, M.I.Kom, mengingatkan masyarakat agar selalu bersikap kritis dalam menerima informasi di dunia digital.
“Dunia internet di genggaman tangan kita seperti hutan dengan banyak binatang buas. Tetap waspada, check and recheck jangan lupa,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
