
Curah Hujan Tinggi, Sungai Meluap dan Rendam Permukiman Warga di Way Kanan
Penulis: Yuswanto
TVRINews, Lampung
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Way Kanan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai besar, seperti Sungai Way Tahmi, Way Besai, dan Way Giham. Akibatnya, air sungai meluap hingga ke permukiman warga, khususnya di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu. Peristiwa ini bahkan disebut sebagai yang terparah dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
Di Dusun Rantau Jangkung, Kampung Giham, Kecamatan Blambangan Umpu, luapan air Sungai Way Giham menggenangi kawasan permukiman. Lima rumah warga dilaporkan terendam banjir pada Minggu, 23 Agustus. Banjir ini tidak hanya merusak perabotan rumah, tetapi juga memaksa sebagian warga mengevakuasi barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Way Kanan, Sufrianto, menyebut kejadian ini sebagai peristiwa langka. Menurutnya, debit air Sungai Way Giham belum pernah setinggi ini sejak tahun 1992.
"Meluapnya Sungai Way Giham ini belum pernah terjadi selama lebih dari 30 tahun. Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih waspada. Kami mengimbau warga untuk tetap siaga, terutama yang tinggal di daerah hilir," ujar Sufrianto.
BPBD mengkhawatirkan kiriman air dari hulu akan memperparah kondisi di wilayah hilir. Warga di daerah Negeri Agung, Pakuan Ratu, Negeri Besar, dan Negeri Batin diimbau untuk terus memantau perkembangan ketinggian air dan segera mengungsi jika debit air terus meningkat.
Sementara itu, di Kampung Gunung Sangkaran, debit air Sungai Way Tahmi juga mengalami peningkatan drastis, meskipun belum sampai merendam rumah warga. Warga setempat mengaku waswas dan berharap hujan segera reda agar kondisi tidak memburuk.
Meski banjir menimbulkan kekhawatiran, suasana berbeda terlihat di Dusun Rantau Jangkung. Sejumlah anak-anak justru memanfaatkan genangan air sebagai arena bermain bola, memberikan warna tersendiri di tengah situasi darurat. Para orang tua, meskipun cemas, tak bisa menahan tawa melihat keceriaan anak-anak yang seolah mengubah bencana menjadi momen kebersamaan.
Selain melakukan pemantauan rutin, BPBD Way Kanan juga telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Beberapa posko darurat mulai didirikan, termasuk penyaluran bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut bagi warga terdampak. Aparat desa bersama para relawan turut membantu mengevakuasi warga yang tinggal di titik-titik terendah dan paling rentan terendam air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Lampung, termasuk Way Kanan. Warga diminta tetap siaga dan tidak menganggap remeh potensi banjir susulan, mengingat kondisi tanah yang sudah jenuh air serta risiko sungai kembali meluap.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir dapat terjadi kapan saja. Selain kesiapsiagaan warga, diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, BPBD, dan pihak terkait lainnya untuk memperkuat sistem peringatan dini, perbaikan tanggul sungai, serta penataan kawasan rawan banjir.
Baca Juga 3.500 Pelajar di Kota Agung Tanggamus Terima Program Makan Bergizi Gratis
Editor: Redaksi TVRINews
